Kamis malam (04/12), Kuliah Syariah menggelar forum diskusi bertajuk ‘Ngopi: Ngobrol Pintar bareng LPSI’. Kegiatan yang berlangsung di halaman Mabna al-Ghazali ini diikuti oleh 18 peserta dari Forum Kajian LPSI, Lajnah Murajaah Fiqhiyah (LMF), serta Annajah Center Sidogiri (ACS).
Tema yang diangkat kali ini adalah “Adab dalam Pesantren: Feodalisme Terselubung atau Ketaatan yang Luhur?”. Diskusi tersebut menjadi ruang bagi para santri untuk mengasah kemampuan analisis kritis mereka. Ketua LPSI, Ust. M. Hubby Abdillah, memaparkan alasan pemilihan tema tersebut. “Topik ini sedang ramai dibicarakan di luar dan sangat penting untuk dipahami seluruh santri,” jelasnya.
Diskusi yang dipimpin oleh Ust. Akmal Bilhaq ini berjalan interaktif. Memasuki sesi sanggahan, argumen dari FK Sejarah sempat dipatahkan oleh beberapa peserta dari ACS dan LMF.

Untuk memperkuat analisis perbandingan, Direktur Annajah Center Sidogiri, Ust. Achyat Ahmad, menegaskan bahwa seseorang yang memiliki ilmu memang sewajarnya menempati posisi terhormat dalam Islam.
“Dalam tradisi Islam, ulama dan kiai memang memiliki kedudukan yang luhur. Itu hal yang wajar dan bersifat natural dalam ajaran agama,” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa masyarakat perlu memahami konteks dengan tepat. “Sistem penghormatan di pesantren sangat berbeda dengan pola penghormatan dalam feodalisme,” terang pengajar Tafsir lil Aqidah MMU Aliyah tersebut.
Baca juga: https://sidogiri.net/2025/08/diskusi-lpsi-kupas-strategi-dakwah-era-digital/
Sementara itu, alumnus Universitas Imam Syafi‘i, Mukalla, Yaman, Ust. Baihaqi, kembali menyoroti akar konsep feodalisme.
“Feodalisme sejatinya tidak sama dengan kultur penghormatan di pesantren. Namun, karena ada sebagian oknum yang berperilaku menyerupai praktik feodal, pihak-pihak yang anti pesantren kemudian menyamakan keduanya,” jelasnya.
Diskusi ini memberikan energi positif bagi para peserta dan seluruh santri. Melalui pemahaman yang lebih komprehensif terhadap istilah-istilah yang sedang ramai dibahas publik, para santri diharapkan tidak mudah terbawa arus oleh narasi yang datang dari pihak-pihak yang belum memahami esensi tradisi pesantren.
Penulis: Ariel Laza Wardi
Editor: Fahmi Aqwa












