Mengawali kegiatan belajar mengajar Al-Qur’an di tahun ajaran 1447-1448 H., bagian Taklimiyah wa Tahfidzul Qur’an (TTQ) menggelar koordinasi perdana pada Selasa malam (07/04). Bertempat di Musala Al-Ghazali, acara tersebut dihadiri oleh seluruh muallim dari berbagai jenjang, mulai dari Madrasah Taklimul Qur’an (MTQ) hingga Metode Qur’ani Sidogiri (MQS). Koordinasi ini, dilaksanakan dua gelombang, selanjutnya dijadwalkan pada Rabu malam (08/04).
Koordinasi, menjadi langkah persiapan menjelang kegiatan belajar mengajar yang akan dimulai setelah Haul KH. Nawawie bin Noerhasan. “Sebagai tindak lanjut dari koordinasi ini, kami juga menyiapkan pembinaan intensif yang dikhususkan bagi para muallim yang baru dilantik untuk mematangkan mereka dalam mengajar,” kata Mas Abd Rozaq Lutfi dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala TTQ memberikan arahan kepada para muallim, terutama yang mengajar di marhalah 5 dan 6, agar tidak merasa puas dengan ilmu yang dimiliki. Diharapkan terus mengulang dan mendalami kembali materi-materi dasar hingga lanjutan yang telah dipelajari sebelumnya.
“Langkah ini sangat penting dalam mendidik nanti, supaya kegiatan belajar mengajar berjalan lancar dan maksimal,” ungkapnya.
Menurutnya, penguasaan materi adalah fondasi utama untuk menjaga kualitas bacaan al-Qur’an di lingkungan Pondok Pesantren Sidogiri agar tetap konsisten.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa pengurus juga telah menetapkan target pencapaian kurikulum, yaitu seluruh materi marhalah harus tuntas sebelum masa ujian dimulai. Target ini, tidak sekadar untuk memastikan penyelesaian materi, tetapi juga sebagai bentuk pemetaan agar muallim pengganti dapat melanjutkan pelajaran tepat dari titik terakhir yang disampaikan oleh muallim tetap.
“Hal ini memungkinkan materi tetap tersampaikan secara berkesinambungan, meskipun muallim tetap berhalangan hadir,” pungkas beliau.
Penulis: Nijaful Ali
Editor: A. Kholil












