Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri menyelenggarakan prosesi pelepasan Guru Tugas (GT) di Lapangan PPS, Kamis (02/04). Agenda tahunan ini, dihadiri oleh Pengurus Harian, segenap wali kelas dan Penanggung Jawab Guru Tugas (PJGT) dari berbagai wilayah.
Prosesi pelepasan GT diawali dengan lantunan shalawat yang membuat acara menjadi khidmat. Disusul dengan sambutan dari Kepala Bagian TMTB, Ust. Muntahal Hadi, yang menyampaikan laporan bahwa pada tahun ini sebanyak 920 Guru Tugas yang mencakup jenjang Tsanawiyah, Aliyah, program Tathawwu’, serta alumni tamatan.

Lebih lanjut, beliau menegaskan implementasi sistem supervisi yang terstruktur selama masa penugasan. “Pengawasan akan dilaksanakan secara berkala, baik melalui kunjungan langsung ke lokasi penugasan maupun melalui mekanisme kontrol virtual,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Koordinator TMTB, Mas H. Achmad Sa’dulloh Abd. Alim dalam sambutannya menekankan pentingnya internalisasi nilai kesabaran dalam menghadapi dinamika sosial di lokasi tugas. Beliau menegaskan bahwa interaksi antarmanusia merupakan ruang ujian yang menuntut kedewasaan sikap. Guru Tugas diharapkan mampu bersikap sabar atas berbagai keterbatasan, sementara PJGT dituntut untuk sabar dalam melakukan pembinaan, mengingat para GT merupakan santri yang sedang menjalankan mandat institusional.
Puncak acara ditandai dengan pembacaan taujihat Majelis Keluarga yang disusun oleh Sekretaris Jenderal PPS, Mas d. Nawawy Sadoellah, dan dibacakan oleh Ketua I PPS, Mas Aminulloh Bq. Dalam taujihat tersebut, Majelis Keluarga memberikan penekanan pada pentingnya kewaspadaan terhadap potensi distraksi yang dapat mengganggu integritas pelaksanaan tugas, khususnya dalam bentuk relasi dengan lawan jenis serta penggunaan perangkat digital.
Ditegaskan pula bahwa kehati-hatian dalam interaksi sosial, sebagaimana diwasiatkan oleh K.H. Cholil Nawawie, harus senantiasa dijaga. Selain itu, penggunaan handphone diarahkan agar tetap berada dalam koridor etika dan kemaslahatan.
Majelis Keluarga juga mendorong para Guru Tugas untuk menjaga marwah dengan menampilkan keteladanan (uswah hasanah) serta berkontribusi secara optimal dalam pengabdian kepada masyarakat.

Rangkaian prosesi pelepasan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, K.H. A. Fuad Noerhasan. Acara dilanjutkan dengan sesi sowan dan musafahah kepada pengasuh serta jajaran wali kelas, sebelum para Guru Tugas diberangkatkan menuju lokasi penugasan masing-masing bersama PJGT untuk menjalankan pengabdian selama satu tahun.
Penulis: Ariel Laza Wardi
Editor: A. Kholil












