Ahad sore, 19 April atau 02 Dzul Qadah 1447 H, ribuan jamaah tampak berduyun-duyun memenuhi setiap sudut Pondok Pesantren Sidogiri. Malam Senin, menjadi momentum sakral dalam memperingati Haul ke-5 Almaghfurlah KH. A. Nawawi bin Abd. Djalil.

Sejak pukul 07.00 WIS, ruas-ruas jalan menuju Sidogiri telah dipadati jamaah. Kehadiran ribuan jamaah ini menjadi bukti nyata betapa dalamnya rasa takzim santri kepada sang guru.

Ribuan alumni dari berbagai penjuru daerah datang membawa satu tujuan yang sama, yaitu tabarrukan serta mengenang sosok ulama yang gigih membentengi akidah Ahlusunah wal Jamaah.
Selepas Isyak, suasana berubah kian syahdu. Lantunan kasidah Burdah mulai menggema, memecah kesunyian malam. Ribuan santri dan alumni duduk bersimpuh, melafalkan bait demi bait pujian kepada Baginda Nabi sembari mengirimkan hadiah al-Fatihah kepada sang guru.
Di balik layar, kesigapan panitia menjadi penopang utama khidmatnya acara. Sebanyak 688 petugas konsumsi tersebar di 14 pos berbeda untuk memastikan 14.700 konsumsi tersalurkan dengan baik kepada para alumni dan simpatisan.

Suasana semakin meresap ketika lantunan Simthud-Durar yang dipimpin langsung oleh al-Habib Ahmad bin Muhammad al-Habsyi dikumandangkan, disusul dengan pembacaan Yasin dan Tahlil oleh Ust. Yasin Abdul Karim.
Mauidzatul hasanah, al-Habib Abu Bakar bin Hasan Assegaf menekankan pentingnya menjaga kedekatan batin dengan orang-orang shaleh melalui kisah-kisah mereka. Beliau menjelaskan bahwa mendengarkan, membaca, dan meneladani riwayat para nabi serta salafush-shalih merupakan hal yang sangat penting dalam menumbuhkan iman di dalam hati.
“Penting bagi kita untuk menanamkan hal ini di hati. Hadirlah dalam acara-acara haul, karena di sanalah kita bisa mendengar mutiara cerita orang shaleh, terutama sang shahibul haul,” terang Putra sulung al-Habib Hasan Assegaf Pasuruan tersebut.

Melalui momentum haul ini, jamaah diajak untuk memetik berkah Kiai Nawawi sekaligus meneladani jejak langkah beliau dalam berdakwah dan berkhidmah. Acara yang penuh haru ini kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, KH. A. Fuad bin Noerhasan.
Penulis: Nijaful Ali
Editor: Elmaghroby












