Dalam upaya meningkatkan kompetensi petugas kesehatan, Instansi Klinik Sidogiri menggelar pelatihan bekam bertajuk, “Training Pelatihan Bekam Petugas Klinik Sidogiri” pada Jumat (03/07). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rawat Pasien Lantai II Klinik Sidogiri ini menghadirkan Slamet Raharjo, C.ABpm., C.Kes.AH., seorang akademisi dan praktisi kesehatan asal Probolinggo, bersama dua anggota timnya sebagai pemateri.
Baca juga: CB3 Gelar Penyuluhan Bahaya Narkotika: Antisipasi Penyalahgunaan di Kalangan Remaja
Pelatihan ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan membekali petugas Klinik Sidogiri dengan pengetahuan dan keterampilan dalam praktik bekam sesuai standar kesehatan yang berlaku. Kegiatan berlangsung selama dua jam yang terbagi menjadi sesi, pemaparan materi selama satu setengah jam, dan praktik selama tiga puluh menit.
Untuk menyesuaikan jadwal kerja petugas, pelatihan juga dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan pukul 09.00–11.00 WIS untuk petugas sif siang, sedangkan sesi kedua berlangsung pukul 13.00–15.00 WIS yang diperuntukkan bagi petugas sif pagi.
Dalam pemaparannya, Slamet Raharjo menjelaskan bahwa bekam merupakan salah satu metode pengobatan yang telah dipraktikkan oleh Rasulullah, baik sebagai ikhtiar menjaga kesehatan maupun untuk mengatasi keluhan tertentu. Berdasarkan sejumlah hadis yang membahas tentang bekam, ia menilai bahwa metode tersebut termasuk salah satu bentuk pengobatan yang memiliki keutamaan dalam tradisi Islam.
“Bekam termasuk salah satu metode pengobatan yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad dan para sahabat beliau,” ungkapnya saat ditemui usai penyampaian materi.
Ia juga menjelaskan bahwa praktik bekam memiliki tingkat risiko yang relatif rendah, apabila dilakukan sesuai prosedur dan standar kebersihan yang benar. Meski demikian, kesalahan dalam pelaksanaannya tetap berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, seperti infeksi pada kulit maupun cedera jaringan.
“Jika prosedurnya tidak tepat, memang bisa menimbulkan dampak tertentu. Karena itu, praktik bekam harus dilakukan sesuai standar dan prosedur yang benar,” jelasnya.
Selain teori, peserta juga mendapatkan sesi praktik untuk memperdalam pemahaman mengenai teknik bekam yang aman dan higienis. Melalui sesi ini, petugas diharapkan mampu memahami setiap tahapan pelaksanaan bekam secara tepat, mulai dari persiapan alat hingga penanganan pascatindakan.
Melalui pelatihan ini, Klinik Sidogiri berharap para petugas dapat mengimplementasikan metode thibbun nabawi tersebut secara profesional, baik untuk melayani santri maupun masyarakat umum. Selain sebagai bentuk ikhtiar menjaga kesehatan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan dan menghidupkan salah satu sunnah Rasulullah dalam bidang pengobatan.
Penulis: Syahrul Maulana
Editor: Elmaghroby












