BeritaUnggulan

Dorong Semangat Menghafal Mutun, Pengurus Beri Motivasi Anggota Tahfidz Mutun

Pengurus Tahfidz Mutun Daerah O sukses menggelar kegiatan Motivasi Tahfidz Mutun Daerah O pada Ahad malam (06/09). Kegiatan yang digelar di Aula Lt. III Gedung Sidogiri Corp ini bertujuan untuk menunjang semangat para penghafal mutun dalam memasuki babak baru pada semester II.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh peserta tahfidz mutun ini menghadirkan Ustadz Maliji Ismail sebagai narasumber untuk memberikan motivasi dalam menghafal nadzam.

Kepala Daerah O, Ustadz Imaduddin menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan program hafalan di daerahnya. Ia menyebutkan bahwa saat ini Daerah O menjadi satu-satunya daerah yang mampu mencetak santri untuk menghafal matan sekaligus syarah kitab-kitab salaf.

“Alhamdulillah, Daerah O tidak hanya fokus pada hafalan. Kami sudah memiliki program Tathbiq Alfiyah sebagai bentuk kemajuan dalam penguasaan ilmu Nahwu,” ungkapnya.

Ustadz Imaduddin ketika memberikan sambutan dihadapan anggota tahfidz mutun

Ia mengenang awal perjalanannya di Daerah O yang tidak pernah terbayang bisa kompeten mendalami ilmu Nahwu. Dorongan dari senior untuk terus menghafal nadzam menjadi titik awal keseriusannya dalam menuntut ilmu.

“Sering saya sampaikan, tidak ada orang alim yang terlahir dari program. Orang hebat menjadikan program sebagai batu loncatan, selebihnya ditentukan oleh kesungguhan diri sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ustadz Imaduddin menegaskan bahwa tahfidz mutun merupakan ikon penting Sidogiri yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Saat ini, Sidogiri tengah menggiatkan program agar seluruh santri mampu membaca kitab kuning secara mandiri dan Daerah O diharapkan dapat mewarnai dan menyukseskan program tersebut.

Penampilan anggota shalawat Daerah O dalam memeriahkan motivasi akbar

“Program yang ada di daerah hendaknya diikuti bukan sebagai beban, melainkan sebagai kebutuhan dan makanan sehari-hari,” terangnya.

Sementara itu, Ustadz Maliji Ismail menyampaikan pentingnya disiplin dalam menghafal dan mengulang hafalan. Beliau juga menekankan para santri agar menghafalkan terlebih dahulu meskipun belum paham.

“Dalam menghafal jangan terburu-buru dan yang paling penting adalah sering melakukan takrar,” tegasnya.

Staf Pengajar Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Aliyah itu mencontohkan bahwa Alfiyah dapat ditakrar dalam kurun waktu kurang lebih 1 jam 15 menit. Menurutnya, tanpa pengulangan yang rutin hafalan yang telah disetorkan akan mudah hilang.

Potret Ustadz Maliji Ismail ketika memberikan motivasi menghafal mutun

Tidak luput dari pembahasan, Ustadz Maliji juga memberikan cara untuk mengukuhkan hafalan. Beliau menyarankan para santri agar nadzam yang dihafal dibaca dengan bahasa yang fasih dan hurufnya jelas.

Pada akhir pembahasan, Ustadz Maliji menutup dengan pesan moral kepada para santri untuk membanggakan orang tua melalui prestasi.

“Jika dalam jangka waktu satu tahun kalian sudah diwisuda, insya-Allah orang tua kalian akan menangis karena bahagia. Buatlah orang tua kita menangis karena bangga, bukan karena kecewa,” pungkasnya.

Melalui program tahfidz mutun dan tathbiq Alfiyah ini diharapkan menjadi salah satu pilar dalam mewujudkan visi besar Pondok Pesantren Sidogiri untuk mencetak generasi yang tidak hanya hafal tetapi juga mampu memahami dan mengamalkan khazanah kitab salaf.

Penulis: Muhammad Rofiul Qodri
Editor: Elmaghroby

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *