BeritaUnggulan

Antisipasi Penyakit Menular, Klinik Sidogiri Beri Penyuluhan Kesehatan Kamar

Pengurus Klinik Sidogiri menggelar penyuluhan tentang penyakit menular. Penyuluhan ini, rencananya akan digelar selama empat hari, mulai dari Jumat malam hingga Senin malam (18–21/09). Pada Sabtu malam adalah jadwal penyuluhan kedua, dengan peserta Wakil Kepala Kamar dari Daerah I, T, F, O, hingga C.

Bertempat di Ruang Auditorium Kantor Sekretariat, penyuluhan ini menghadirkan dua pemateri perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, Bapak Reda Setiawan dan Bapak Gandhi Kusyoko.

Potret Bapak Gandhi Kusyoko memberikan materi penyuluhan di hari pertama

Pada sesi pembuka, Ustadz Muhammad Yusa’ menegaskan tentang surat izin pulang santri, bahwa bagi wali santri yang ingin mengajukan surat izin pulang bagi putranya, harus melengkapi fotokopi KTP atau SIM.

“Apabila wali diwakilkan, maka wali diharapkan membuat surat pengajuan, baik ketik atau tulis tangan, lalu dikirim ke WhatsApp yang mewakilkan. Ini diberlakukan untuk meminimalisir ketidakjujuran dalam pengajuan surat pulang,” ungkap Wakil I Klinik Sidogiri tersebut.

Dalam materinya, Bapak Reda menjelaskan bahwa kesehatan di pesantren itu sangatlah penting. Sebab, santri tinggal bersama dalam satu lingkungan sehingga risiko penularan penyakit lebih tinggi apabila kebersihan tidak terjaga.

“Kalian sebagai pengurus kamar diharapkan untuk memberikan teladan nyata dengan rutin membuang sampah, hingga menjadi contoh bagi yang lain,” ujar Bapak Reda.

Beliau juga menyebutkan beberapa penyakit yang sering kali terjangkit di pesantren, salah satunya infeksi saluran pernapasan (ISPA). Hal ini bisa terjadi karena ruangan yang ditempati begitu pengap, banyaknya debu, dan ventilasi yang kurang memadai.

“Ciri kamar yang sehat itu, yaitu ventilasi cukup, pencahayaan baik, tidak bau dan berdebu, bebas sampah, barang tertata rapi, dan sirkulasi udara lancar. Dengan begitu, warga kamar menjadi sehat, tubuh kuat, dan ibadah pun menjadi khusyuk,” ungkap beliau.

Suasana saat Bapak Reda Setiawan menyampaikan materi kepada para pengurus kamar

Bapak Reda juga memperingatkan kepada peserta penyuluhan untuk membuang genangan-genangan air yang berpotensi lahirnya nyamuk yang membawa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari informasi yang kami dapat, nyamuk ini sering kali berkeliaran dan menggigit ketika waktu pagi hari: pukul 06.00 hingga 10.00, dan waktu sore hari: pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh pengurus kamar yang hadir untuk selalu mengecek kondisi kamar, memastikan jadwal piket berjalan, dan tidak ada sarang nyamuk di kamar maupun luar kamar.

Selanjutnya, Bapak Reda menganjurkan apabila membeli makanan kemasan untuk selalu mengecek tanggal produksi makanan tersebut. Sebab belakangan ini, terdapat oknum yang tetap menjual makanan kadaluarsa dengan memanipulasi tanggal produksi. Salah satu cirinya, mereka menjual makanan atau jajanan tersebut relatif murah.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Bapak Gandhi Kusyoko. Ia menjelaskan berbagai macam penyakit yang bisa hinggap di dalam tubuh manusia.

Di awal penyampaiannya, beliau menjelaskan gejala-gejala penyakit demam tifoid atau sering kita kenal tipes.

“Demam ini bisa terjadi karena kurangnya menjaga kebersihan diri. Dan bisa menular apabila bakteri masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi kotoran atau air seni penderita,” ungkapnya.

Penyuluhan kesehatan yang mengundang wakil kepala kamar setiap daerah

Aparatur Sipil Negara (ASN) ini juga mengungkapkan beberapa penyakit menular lainnya, seperti disentri, hepatitis, dan melena. Terkait penyakit melena, beliau mengharap pengurus kamar untuk segera merujuk anak yang terkena gejala tersebut ke rumah sakit atau klinik terdekat.

“Karena dampak penyakit ini sangat besar apabila tidak segera ditangani. Bagi pengurus kamar, harus mengetahui gejala-gejalanya dan beri perhatian lebih terhadap anak yang menderitanya,” tegasnya.

Untuk gejala-gejala penyakit melena, Bapak Gandhi mencantumkannya lewat beberapa slide PPT. Di sana tergambar beberapa gejala termasuk nyeri di bagian perut, rasa mual hingga menyebabkan muntah darah yang berwarna merah terang atau gelap seperti kopi. Sisanya seperti lemas, pucat, hingga tanda-tanda syok seperti berkeringat dingin dan pingsan.

“Diharapkan untuk segera merujuk anak atau warga kamar yang mengalami gejala-gejala melena ini,” tegas Bapak Gandhi menutup materi.

Acara kemudian berlanjut dengan sesi dialog interaktif. Saran dan kritik pengurus kamar disampaikan dalam forum, hingga kemudian acara ditutup dengan pembacaan surah Al-Fatihah.

Penulis: Nijaful Ali
Editor: Elmaghroby

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *