Jumat (18/09), turnamen perdana bola kasti yang mempertemukan Daerah T dan Daerah C dalam laga Lomba Milad ke-290 Sidogiri berlangsung panas sejak peluit pertama dibunyikan. Kedua daerah saling berbalas poin hingga detik terakhir, dengan skor akhir 14-13 untuk keunggulan tipis Daerah T.
Babak pertama dimulai dengan sempurna untuk Daerah T. Pemukul pertama mereka langsung tancap gas dan berhasil lari dengan cepat ke rumah kecil. Momentum itu langsung dilanjutkan oleh pemukul kedua yang berhasil melepas pukulan melambung tinggi jauh ke belakang. Pukulan indah itu membuat penjaga dari Daerah C kerepotan.

Drama sesungguhnya dimulai di tengah lapangan. Pemukul ketiga dan keempat Daerah T harus mengakui ketangguhan penjaga Daerah C. Keduanya keok setelah terkena lemparan saat mencoba lari. Nasib serupa dialami oleh pemukul kelima, meski sudah berusaha lolos dari kepungan tiga penjaga, ia akhirnya tetap terkena lemparan.
Di saat tertekan, pemukul keenam Daerah T menjadi penyelamat. Dengan lemparan tinggi yang jauh ke belakang, ia berhasil membuka ruang dan membantu rekan setimnya yang terjebak di rumah besar untuk kembali ke home base. Poin demi poin pun mengalir.
Puncak kehebohan terjadi saat pemukul nomor punggung 8 Daerah T masuk. Untuk menghindari lemparan lawan, ia melakukan salto di udara, namun nahas bola tetap mengenai badannya. Suporter dari kedua kubu langsung memanas, teriakan dan sorak sorai bercampur jadi satu dan wasit tetap menyatakan pemukul Daerah T mati.
Meski sempat ricuh, Daerah T mampu menjaga fokus. Hingga pertengahan babak pertama, mereka unggul 6-3.
Daerah C tidak tinggal diam. Mereka memulai serangan balasan dengan pukulan-pukulan melambung tinggi yang menyulitkan penjagaan dari Daerah T. Bintang mereka muncul dari pemukul nomor punggung 5 yang dengan satu pukulan keras berhasil mengantar dirinya dan dua temannya yang sudah menunggu di rumah kecil untuk lari bersama ke rumah besar. Disusul pukulan keras nomor 10 yang membuat barisan penjaga Daerah T gelagapan dan kehilangan arah lemparan.

Namun, hingga peluit babak pertama berakhir, Daerah T masih memimpin dengan skor 8-5.
Memasuki babak kedua, keadaan berbalik. Daerah T mengawali babak kedua dengan nilai negatif, beberapa pemain mereka terkena pukulan keras dari lemparan penjaga Daerah C yang bermain lebih agresif. Daerah C terus menekan dan berhasil mencuri poin demi poin.
Saat hampir terkejar, Daerah T bangkit. Pukulan keras dari pemain nomor 1 menjadi titik balik. Ia berhasil mencuri dua poin sekaligus lewat lari langsung tanpa henti dari rumah kecil hingga kembali ke home base.
Di kubu lawan, Daerah C memberikan memberikan perlawanan sengit hingga akhir. Pemukul terakhir mereka menutup pertandingan dengan pukulan keras yang menghasilkan poin dan membuat skor babak kedua menjadi 8-6 untuk Daerah C.

Akumulasi skor menjadi sangat ketat:
Daerah T: Babak 1 (8) + Babak 2 (6) = 14
Daerah C: Babak 1 (5) + Babak 2 (8) = 13
Dengan selisih hanya satu angka, Daerah T berhasil mengamankan tiket menuju laga selanjutnya dan berhasil menyingkirkan Daerah C pada laga perdana ini.
Penulis: Muhammad Rofiul Qodri
Editor: Elmaghroby












