Grand opening Lomba Milad ke-290 Pondok Pesantren Sidogiri dan Ikhtibar ke-91 Madrasah Miftahul Ulum berlangsung meriah di Lapangan PPS, pada Jumat pagi (18/09). Rangkaian pembukaan dimulai pukul 06.00 WIS dan dilanjutkan dengan parade delegasi hingga prosesi peresmian lomba.

Setelah peresmian, acara dilanjutkan dengan parade delegasi daerah secara bergantian. Para delegasi kemudian berlari-lari kecil menuju blok yang telah disediakan hingga seluruhnya menempati posisi masing-masing.
Parade selanjutnya diisi panitia inti yang menaiki sepeda gunung menuju panggung, diikuti barisan pembawa bendera identitas dari 24 daerah. Sesampainya di panggung, panitia inti disambut riuh tepuk tangan penonton sebelum kemudian menempati tempat khusus yang telah disediakan.
Baca juga: Grand Opening Lomba Milad ke-290 PPS, Libatkan 6 Seksi Panitia


Selanjutnya, Sekretaris Milad, Ustadz Muhammad Sufyan Sauri, maju menuju panggung untuk menyampaikan sambutan sebagai perwakilan Panitia Inti. Ia melintasi karpet merah dan mendapat sambutan Guard of Honour yang berisi barisan pemanah santri Sidogiri. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas sekaligus menjaga persaudaraan selama perlombaan.
“Menanglah dengan rendah hati, kalah dengan lapang dada. Bersainglah dengan sungguh-sungguh, tetapi jangan kehilangan persaudaraan yang teduh,” pesannya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi peresmian yang dilakukan Wakil Ketua Milad, Mas M. Fahrurrozi Hasani. Ia maju menuju area peresmian dengan melintasi karpet merah dan juga disambut oleh barisan pemanah.
Baca juga: Membangun Karakter Santri, MMU Aliyah Gelar Kuliah Umum Kepemimpinan Berbasis Mutu

Setelah membuka perlombaan dengan pembacaan al-Fatihah, Mas Hasani secara simbolis membidik sasaran yang berada di belakang panggung. Begitu anak panah dilepaskan dan mengenai sasaran, kertas-kertas berwarna emas menyembur dari sekeliling panggung, diiringi musik klimaks dan gemuruh tepuk tangan para santri.
Waisul Aziz Romadhoni, santri senior asal Probolinggo, menilai prosesi panahan menjadi bagian paling menarik dalam pembukaan. Menurutnya, simbol tersebut selaras dengan moto Milad ke-290, “Satu Arah dalam Bermanhaj dan Bermadzhab.”
“Pembukaan secara simbolis dengan satu tembakan anak panah menggambarkan tema dan moto Milad kali ini,” ungkapnya.
Ia juga menilai konsep peresmian mampu menghadirkan kemeriahan tanpa meninggalkan tradisi salaf yang menjadi identitas pesantren. Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian perlombaan Milad ke-290 PPS dan Ikhtibar ke-91 MMU.
Usai grand opening, rangkaian perlombaan langsung dilanjutkan dengan pertandingan kasti antara Daerah T melawan Daerah C serta Daerah N melawan Daerah J.
Penulis: Nur Afifuddin
Editor: Elmaghroby












