Mulai Tahun Ini Mapel Akhlak Tidak Diujikan Lagi

share to

dotnet sekarang

Salah satu murid MMU Ibtida’iyah sedang
serius menggarap soal ujian

Model Imda yang dilakukan di MMU Induk dan MMU ranting agak sedikit berbeda. Terutama dalam tingkat kesulitan dan model soal ujian. Seperti untuk model soal mata pelajaran Nahwu dan Qaidah yang dibuat dengan model terapan atau studi kasus. Di MMU Ranting model soal dua pelajaran ini diterapkan dengan model pertanyaan yang mangacu pada materi kitab, bukan model terapan atau studi kasus langsung.

Tahun ini, untuk mata pelajaran Akhlak tidak lagi diujikan secara tertulis. “Sejak tahun ini, fan Akhlak tidak diujikan secara tertulis, tetapi langsung mengarah pada penilaian tingkah laku keseharian murid,” tutur Is’adurrafiq, TU Laboratorium Soal Madrasah (LABSOMA).

Imda berlangsung selama 10 hari. Untuk memfokuskan belajarnya murid dalam menghadapi Imda, sebagian kegiatan di PPS diganti dengan jam belajar, seperti kegiatan musyawarah dan kegiatan ba’da Subuh di asrama-asrama.  Juga ada sebagian kegiatan PPS yang diliburkan seperti Mustawa (kursus bahasa Arab dan Inggris) di Lembaga Pengajaran Bahasa Arab dan Asing (LPBAA).

Kondisi belajar di PPS pun semakin terasa, para santri tidak mengenal malam dan siang dalam mempelajari mata pelajarannya sehingga tempat-tempat di PPS, seperti di masjid dan jerambah-jerambah asrama, disesaki dengan santri yang belajar.

==
Penulis: Suaib Hasan
Editor: Zainuddin Rusdy

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *