Danrem 083 Malang Ajak Kerja Sama Hadapi Ancaman Global

share to
1912312_562479850547774_4395139537913752422_n

Dewan asatidz Madrasah Miftahul Ulum Sidogiri hadir di acara silaturrahim Danrem Baladhika Malang

Rabu 8 Dzul Qadah 1435 Pondok Pesantren Sidogiri kedatangan rombongan tamu dari jajaran Komando Resort Militer (Korem) 083 Baladhika Jaya/BDJ Malang. Romobongan tiba di Pondok Pesantren Sidogiri sekitar pukul 11.00 Wis dan disambut oleh Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri, KH. Fuad Nurhasan dan KH. Abdullah Syaukat Siradj, Sekretaris Umum Pondok Pesantren Sidogiri, A. Saifulloh Naji, Pengurus Harian dan Pengurus Pelaksana.

Turut ikut di rombongan ini Komando Korem (Danrem) 083 Baladhika Jaya/BDJ Malang, Kolonel Totok Imam Santoso, Kapolsek Kec. Kraton, Muspika Kec. Kraton, Kodim, Korem, Koramil, dan Kepala Desa Sidogiri.

Di Pondok Pesantren Sidogiri tamu rombongan dan Pengurus langsung menuju Kantor Sekretariat Lt. III. Di rungan ini sudah menunggu jajaran asatidz Madrasah Miftahul Ulum Tsanawiyah dan Aliyah, Kepala Kamar, dan beberapa pengurus yang lain. Maksud kedatangan tamu rombongan dari Korem 083 Baladhika Jaya/BDJ Malang ini adalah murni silaturrahim dengan Majelis Keluarga, Pengurus, dan dewan asatidz.

Di kesempatan silaturrahim ini Danrem Kolonel Totok Imam Santoso menyampaikan penjelasan tentang wawasan kebangsaan dan kondisi terkini kemanan Nasional. Tidak lupa beliau juga menyinggung isu ISIS (Islamic State of Irak & Syria), yang belakangan ini menjadi sorotan di dalam dan luar negeri.

“Alhamdulillah, semua elemen bangsa di negeri ini sudah sepakat bahwa ISIS tidak boleh ada di Indonesia,” jelasnya. Beliau juga menjelaskan bahwa warga Negara Indonesia yang terbukti mengikuti ISIS akan dicabut status kewarganegaraannya.

Lebih lanjut beliau memaparkan penjelasan kontribusi organisasi masyarakat terbesar, Nahdltaul Ulama dan ulama-ulama pesantren di dalam memperjuangkan kemerdekaan.

“Tidak dapat dipungkiri kalau NU dan para ulama memiliki peran penting di dalam merebut kedaulatan NKRI dari para penjajah. Mereka telah berjasa besar di dalam mempertahankan NKRI ini,” jelas Danrem asal Magetan yang diangkat sebagai Danrem sejak Mei 2014 ini.

Pria alumni Akabri 1989 ini juga mengajak kerja sama dengan berbagai pihak untuk sama-sama menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI dari berbagai ancaman global. Acara silaturrahim ditutup dengan pemberian cinderamata dan doa oleh KH. Fuad Nurhasan.


Editor: Zainuddin Rusdy

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net