Annajah Centre Sidogiri; Antisipasi Gerakan Syiah dan Wahhabi

share to

ACS Sidogiri: dari kiri Ust. Ahyat Ahmad (Derektur ACS), Ust. Idrus Ramli (Dewan Pakar ACS), Tengku Bulkini (Dewan Pakar Aswaja Daerah Banda Aceh), Ust. Munsin Bahri (Naib I ACS) saat seminar.

Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri melalui Annajah centre Sidogiri mengadakan seminar Ilmiyah malam ahad (16/12). Acara ini bertempat di Ruang Auditorium Kantor Sekretariat lantai II di ikuti seluruh anggota ACS. Ust. Idrus Ramli, (dewan pakar Aswaja NU centre jatim) bersama Tengku Bulkuni (dewan pakar Aswaja NU Banda Aceh Darus Salam) hadir sebagai narasumber.

Narasumber yang juga dewan pakar Annajah Centre Sidogiri menuturkan bahwa di Indonesia telah banyak aliran-aliran yang sudah merebak dan menyebar. Hanya saja beliau banyak bicara mengenai  aliran yang paling fatal dan memiliki perbedaan yang jauh dengan kita (Ahli as-sunnah) seperti; Wahabi, Liberalisme dan syiah.

“Tiga aliran ini yang merebak di Indonesia dan memiliki peranan yang berbahaya terutama Wahhabi,” Tutur alumni Sidogiri era-2004.

Lanjutnya, beliau mengatakan akan banyaknya perbedaan antara kita (Ahli As-sunnah) dengan mereka. Menurutnya saat ini banyak orang fasih dalam membaca Al-quran namun tidak memahami isi dari kandungannya. Bahkan orang Syiah berpandangan bahwa Al-quran yang ada saat ini sudah tidak asli dan tidak sesuai dengan teks yang ada.

“Syiah berpandngan bahwa Al-quran yang saat ini sudah tidak asli lagi dan Wahhabi banyak melakukan propaganda dengan menggunakan ayat Al-quran, mereka menfsiri Al-quran dengan cara mereka sendiri, jelas berbahaya,” tegas pemuda asli Jember.

Sementara itu, Tengku Bulkini (dewan pakar Aswaja NU Banda Aceh Darus Salam) juga berkesempatan berbicara. Tak beda dengan apa yang disampaikan Ust. Idrus Ramli beliau juga banyak berbicara mengenai perkembangan Wahhabi yang ada di Banda Aceh. Beliau menyatakan saat ini gerakan Wahhabi terus mengalami perkembangan dan menjadi masalah.

“Dengan Ahmadiyah kita aman-aman saja. Bahkan, banyak saudara kita di Ahmadiyah ikut serta merayakan Maulid. Dengan LDII juga sama. Tapi, dengan Wahhabi, Masya Allah,” katanya.

Sebelum berakhirnya acara, Ust. Idrus berpesan kepada anggota ACS, bahwa kita perlu mengembangkan kajian-kajian tentang aqidah agar umat dapat selamat dari aqidah-aqidah yang menyimpang.

 

====
Penulis: M. Afifur Rohman
Editor  : Isom Rusydi

 

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

1 Comment

  1. Bismillah…
    Afwan, bisakah dijelaskan secara rinci dan detail dengan apa yang disebut wahhabi.
    Jazakumullah khoiron.

    Post a Reply

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *