Dr. Adian Husaini: Sekularisme, Tantangan Terbesar Umat Islam

share to

Berporse bersama: Segenap Anggota Litbang (penelitian dan pengembangan) ACS Sidogiri saat bersama Narasumber, dalam acara Kuliah Umum bersama Dr. Adian Husaini, Ketua Program Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor, Rabu (03/01/18).

Memisahkan manusia dari aturan agama dan metafisika adalah cara berfikir yang keliru. Orang yang memahami akal dan iman sebagai hubungan yang terpisah berarti telah terjebak dengan budaya Barat yang rusak.

Hal itu dinyatakan oleh Dr. Adian Husaini, Ketua Program Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor, di depan santri Sidogiri dan asatidz tingkat Aliyah dalam acara Kuliah Umum yang bertempat di gedung Corporation, Laz-Sidogiri, Rabu (03/01/18), dengan tema “Sekularisasi dan Dampaknya dalam Pendidikan”.

Menurut Dr. Adian, akal dan nalar manusia salah satu bukti manusia sebagai mahluk mulia dan sempurna. Keduanya menjadi sarana untuk meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kita kepada Allah Swt, bukan sebaliknya digunakan menggerus keyakinan dan fitrah manusia terhadap kebenaran agama Islam. Iman dan ilmu saling berhubungan dalam kesatuan integrasi yang mengokohkan satu dengan yang lain.

“Orang yang memiliki akal benar pasti menolak terhadap pemikiran sekularisme ini. Karena, sekularisme berusaha menjauhkan syariat dari berbagai aspek kehidupan umat Islam, dan menghilangkan nilai agama dari tubuh umat Islam,” kata Dr. Adian yang saat ini menjabat Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia.

Sebaliknya, bagi yang sudah teradvokasi oleh pemikiran sekularisme, mereka beranggapan bahwa agama hanya mengekang kecerdasan akal dan kebebasan berfikir manusia. Mereka menolak sistem agama dalam semua urusan dunia seperti politik, sosial, pendidikan dan sebagainya.

Bagi mereka agama hanyalah penghalang terhadap kemajuan. Ironisnya, ide-ide agama dianggap kolot dan bertentangan dengan pemikiran akal sehat. Alhasil, mereka (orang sekuler, red) mengklaim peradaban mereka “maju” justru ketika telah meninggalkan Tuhan dan ajaran agama.

“Inilah dampak paling berbahaya dari sekularisasi ilmu yang sedang menimpa kehidupan kita. Adanya upaya pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum lainnya,” ujarnya.

Dampaknya, tak sedikit yang menganggap ketika mengkaji ilmu kedokteran atau sains, misalnya, seolah tidak ada relevansinya dengan ajaran agama. Jikapun dihubungkan, maka terkadang yang terjadi adalah konten tersebut jauh dari agama.

“Ini merupakan tantangan terbesar yang dihadapi umat Islam sekarang. Kita harus benar-benar mengenali musuh-musuh kita yang menyerang ajaran Islam agar kita bisa waspada dan tahu proyeksinya dalam mendestruktifkan ajaran Islam, seperti melalui penyebaran paham sekular.” kata penulis buku Wajah Peradaban Barat.

Acara yang di moderatori oleh Abdul Qodir Mahrus S. Sos, dilanjutkan dengan tanya jawab dan ditutup dengan doa.

=========

Reporter: M. Afifur Rohman
Editor:     Ahmad Rizqon

 

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net