Ustadz Afifuddin : Nubuwah Nabi Muhammad Sudah Ada Sebelum Beliau diutus

share to

kembali hadirkan Ustadz Afifuddin sebagai pemateri dengan tema Nubuwah. Hal tersebut sesuai jadwal yang telah disusun pengurus ACS untuk penguatan akidah Ahlusunnah Wal Jamaah bagi peserta semester I. Seperti biasa, ruang istirahat guru Aliyah sebagai lokasi diadakannya mentoring.

Ustadz Afifuddin membuka pembahasan dalam mentoring Annajah Center Sidogiri (ACS) dengan malam Senin (04/08)  menjelaskan tentang Nubuwah yang diambil sebagai tema mentoring kali ini karena untuk membantah orang-orang non-muslim bahwa risalah Nubuwah Muhammad tidak hanya dijelaskan dalam al-Quran saja melainkan juga ada  dalam kitab–kitab terdahulu.

Beliau mengajak seluruh peserta ACS untuk berfikir logis dan selalu berusaha mengungkap segala cerita sejarah yang belum diketahui seperti misalnya, tentang surat ke Kaisar Heraclius. Kenapa dulu Nabi Muhammad SAW mengawali dengan basmalah. Intinya beliau banyak memberi dorongan untuk kritis dalam sejarah tidak hanya dalan pelajaran fiqih saja.

Beliau kembali membawa peserta untuk membahas sejarah. Sejarah yang dibahas adalah perang Khandaq, yang banyak redaksi sejarah menyebutkan kemenangan kaum Muslimin disebabkan oleh taktik Sahabat Salman al-Farisi dengan menggali parit mengelilingi Madinah. Sedankan dalam Perang Khandaq kemenangan yang diraih tidak lepas dari pertolongan Allah dengan mengirim badai yang sangat dingin dan tentera-tentera dari langit yang kasat mata. Ini terbukti karena jika disebabkan taktik paritnya Salman al-Farisi itu hanya membantu mencegah masuknya koalisi pasukannya kaum kafir Quraisy dan Yahudi, sedangkan hal itu juga menyebabkan kaum Muslimin terkepung di dalam Kota Madinah.

Ustadz Afifuddin dalam suasana mentoring

Ustadz Afifuddin dalam suasana mentoring

“Itu pertanda bahwa Allah tidak senang kalau nabi-Nya kalah konsep dengan Salman al-Farisi.” sebut Kepala BPP ini.

Beliau menceritakan kisah Raja Yaman, Rabi’ah bin Nasr yang bermimpi tentang negerinya yang kejatuhan api dari atas menuju dataran rendah hingga melahap semua makhluk hidup. Mimpi tersebut ditafsiri oleh tukang sihir raja, bahwa negerinya akan dikuasai kaum Habsyah, kemudian Iram dari dataran Adn, dan terakhir dikuasai Orang yang dipuji yang diberi wahyu dan yang dimaksud adalah Nabi Muhammad SAW. Jadi, menurut cerita tersebut Nubuwah Muhammad telah ada sejak 200 tahun yang lalu berdasarkan cerita Raja Yaman di atas.

“Orang yang tidak mempercayai Nubuwah Nabi Muhammad berarti ketinggalan zaman, dan sekali lagi orang Yahudi itu bukan tidak beriman, hanya saja mereka dengki.” Jelas Ustadz Afif.

________________

Penulis : Musafal Habib

Editor    : Saeful Bahri bin Ripit

 

 

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *