Orientasi Insan Pers BPP Datangkan Sastrawan Nasional dari Madura

share to

Kiai M. Faizi, sastrawan Nasiolan dari pulau Madura, ketika menjelaskan teori kepenulisan esai

Sudah menjadi agenda Badan Pers Pesantren (BPP) untuk mengadakan Orientasi Insan Pers di setiap semester. Pada semester pertama, BPP mendatangkan Mashuri M.A peneliti sastra di Balai Bahasa Jawa Timur dan apresiator cerpen majalah Ijtihad untuk membahas tentang cerpen. Pada semester kedua ini, BPP mengundang Kiai M. Faizi, sastrawan Nasiolan dari pulau Madura, untuk membahas mengenai esai, dengan tema “Teori Kepenulisan Esai”.

Laporan: Moh. Kanzul Hikam

Malam Kamis (12/02) ruang auditorium sekretariat lantai II dipadati oleh seluruh redaksi media Pondok Pesantren Sidogiri, guna mengikuti Orientasi Insan Pers yang diadakan oleh BPP. Pada acara yang membahas tentang esai tersebut, pengurus BPP mengundang Kiai M. Faizi, pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, daerah Al-Furqaan Sabajarin, Guluk-guluk, Sumenep.

Kiai kelahiran 27 Juli 1975 ini tiba di Pondok Pesantren Sidogiri pukul 08:30 WIS. Sebelum acara dimulai beliau sempat beristirahat di ruang lobi sekretariat. Pada acara dimaksud, beliau memberikan materi tentang teori kepenulisan esai, yang dibagikan secara gratis oleh BPP.

Suasana ruang auditorium ketika acara berlangsung

Acara dimulai sekitar pukul 09:20 WIS. Mengenai esai, beliau menyampaikan, bahwa dalam kepenulisan esai, ada dua poin yang harus diperhatikan. Pertama, segmen pembaca. Kedua, cara pengambilan sudut pandang yang berbeda dari yang biasanya. “Jika orang lain biasa melihat sesuatu dari depan, maka kita harus mencari sudut pandang lain yang menarik, semisal dari atas,” papar beliau, memberikan contoh pengambilan sudut pandang yang berbeda.

Beliau juga bercerita tentang pengalaman beliau ketika mengikuti lomba tingkat nasional. “Saya pernah ikut lomba menulis cerita anak-anak tingkat nasional. Ketika itu karya saya mendapat juara pertama. Tapi sebelum itu, ada salah satu juri yang menyangsikan karya saya tersebut, karena dalam karya tersebut saya mencantumkan cerita mahasiswa yang sedang membuat skripsi. Jelas ini tidak bisa dipahami oleh anak-anak, karena mereka tidak tahu apa itu skripsi. Untungnya ada juri yang mmempertahankan karya saya tersebut sehingga bisa mendapat juara pertama,” cerita Kiai yang pernah menghadiri beberapa kegiatan sastra nasional dan internasional ini panjang lebar.

Dari cerita beliau di atas, dapat dipahami bahwa kita harus memperhatikan segmen pembaca dari tulisan kita agar dapat dipahami, utamanya esai. Acara berakhir pukul 11:00 WIS. Sebelum acara ditutup, pengurus BPP memberikan cindera mata kepada beliau yang diwakili oleh Ust. Ahmad Rizqon, wakil I BPP dan di bantu oleh Ust. Nuris Shalihin Damiri, wakil II BPP.

Baca juga: Mashuri; Seharusnya Santri Itu Bisa Menulis

share to

Kanzul Hikam : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *