Sidogiri, Malam Senin (22/12), Madrasah Miftahul Ulum tingkat Ibtidaiyah Pondok Pesantren Sidogiri menggelar acara Motivasi Imni yang bertempat di gedung Sidogiri Excellent Centre lt. III. Imni atau Imtihan Niha’i merupakan ujian akhir di tingkatan.
Sebanyak 900 peserta Imni Ibtidaiyah serta beberapa panitia hadir mengikuti jalannya acara. Acara ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat belajar peserta Imni 1445-1446 H dalam menghadapi tantangan akademik. Untuk itu, panitia mengundang Ust. Muntahal Hadi sebagai motivator utama.
Acara dimulai dengan penjelasan mengenai prosedur ujian dan larangan yang harus diikuti oleh peserta Imni 1445-1446 H. Ust. Kholilulloh, selaku Ketua Imni Ibtidaiyah, menegaskan bahwa meskipun seorang peserta memperoleh nilai 100, jika melanggar prosedur ujian, kelulusannya bisa ditangguhkan. “Setiap tindakan, baik yang besar maupun kecil, akan mempengaruhi nilai peserta,” ujar Ust. Kholilulloh.
Ia juga berharap para peserta dapat disiplin mengikuti jam belajar tambahan yang telah disediakan oleh wali kelas masing-masing.
Di awal pemaparannya, Ust. Muntahal mengingatkan kepada seluruh peserta untuk senantiasa meluruskan niat dalam belajar. “Niat itu ibarat kunci untuk membuka hati dan mendapatkan hidayah dari Allah. Ketika belajar, niatkan untuk Allah dan Rasul-Nya agar kita mudah memahami ilmu yang kita pelajari,” ujar Ust. Muntahal.

Ia juga menggambarkan proses belajar seperti seseorang yang kehilangan barang berharga. “Jika kita kehilangan sesuatu yang berharga, kita akan mencarinya dengan sekuat tenaga. Begitu juga dalam mencari ilmu, harus kita usahakan dengan sekuat tenaga,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ust. Muntahal mengingatkan bahwa tujuan Imni bukanlah sekadar untuk meraih nilai, tetapi juga untuk membangkitkan semangat dan meningkatkan akhlak para murid. “Imni adalah sarana untuk memotivasi murid agar lebih semangat dan baik dalam akhlaknya. Orang yang dikehendaki baik oleh Allah akan diberikan kemudahan dalam memahami ilmu agama,” ucapnya, mengutip Hadis Imam Abu Hurairah.
Sebagai penutup, Ust. Muntahal berpesan bahwa kelulusan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari akhlak dan tingkah laku yang sesuai dengan ajaran agama. “Jadikan ulama sebagai teladan dalam bertingkah laku,” tutupnya.
Penulis: Waisan A. K.
Editor: Nur Hudarrohman












