BeritaUnggulan

Dikenang sebagai Permata Mulia, Sidogiri Gelar Tahlil Tujuh Hari Almaghfurlaha Nyai Hj. Lu’lu’ul Mukarromah

Mengenang tujuh hari wafatnya Almaghfurlaha Ibu Nyai. Hj. Lu’lu’ul Mukarromah, kompleks Pondok Pesantren Sidogiri kembali dipadati oleh ribuan jamaah yang mengikuti pembacaan Surah Yasin dan Tahlil pada Kamis malam (23/07). Pada momen tersebut, turut hadir sejumlah tokoh, seperti al-Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf, Dr. Habib Segaf bin Hasan Baharun, serta para habaib dan tokoh agama lainnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Banat 2, Ibu Nyai Lu’lu’ul Mukarromah wafat dan dimakamkan di pesarean keluarga Pondok Pesantren Sidogiri pada Jum’at (17/07). Makam Ibu Nyai, tepat di samping makam suaminya, KH. Abd. Alim bin Abd. Djalil.

Baca juga: Ribuan Jamaah Antar Almaghfurlaha Nyai Hj. Lu’lu’ul Mukarromah

Acara tahlil malam ketujuh, dibuka dengan pembacaan shalawat al-Habsyi. Kemudian dilanjut dengan pembacaan Surah Yasin dan Tahlil yang dipimpin langsung oleh Ustadz Yasin Abdul Karim.

Mewakili keluarga besar Almarhumah, Dr. Habib Segaf bin Hasan Baharun menyampaikan bela sungkawa atas kewafatan Ibu Nyai Hj. Lu’lu’ul Mukarromah.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Islam Internasional Darul Lughah Wadda’wah tersebut mengaku telah menganggap Almarhumah sebagai ibunya.

“Bunyai sudah saya anggap sebagai ibu saya sendiri setelah ibu kandung saya meninggal,” ungkapnya.

Dr. Habib Segaf bin Hasan Baharun ketika menyampaiakan sambutan mewakili keluarga besar Almarhumah.

Pada kesempatan tersebut, Habib Segaf menyampaikan salah satu keinginan Almarhumah untuk bermimpi bertemu Nabi Muhammad.

“Di saat beliau melepas ajalnya, salah satu keluarga ada yang melihat kedatangan Nabi Muhammad,” tuturnya.

Tidak hanya itu, beliau juga menyampaikan satu hal yang perlu kita pelajari dari Almarhumah, yaitu cara beliau bersedekah.

“Melihat cara Bunyai bersedekah mengingatkan kita, bahwa semua yang ada ini bukanlah milik kita, melainkan titipan dari Allah yang perlu kita jaga dengan baik,” jelas Habib Segaf.

Kemudian, Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf, dalam mauizah hasanahnya mengungkapkan bahwa orang shaleh akan bahagia dengan kematiannya.

Habib Taufiq mengisahkan bahwa kehidupan Almaghfurlaha Ny. Hj. Lu’lu’ul Mukarromah sejak kecil tidak pernah lepas dari ilmu. Bahkan ketika mengajarkan ilmu kepada santrinya, beliau sampai lupa waktu hingga sakit.

Ribuan jamaah penuh khidmat mengikuti prosesi pembacaan Surah Yasin dan Tahlil.

Tidak hanya itu, Habib Taufiq juga menyinggung terkait cara Almarhumah bersedekah. Menurut beliau, dalam bersedekah Almarhumah tidak pernah pilih-pilih.

“Sulit pada zaman sekarang kita mencari figur wanita seperti Almarhumah,” ungkapnya.

Pada akhir kesempatan, Habib Taufiq mengingatkan para jamaah bahwa seorang wanita tidak pantas untuk ditampilkan di khalayak ramai. Seorang wanita harus menjadi permata mulia yang harus disimpan.

Penulis: Muhammad Rofiul Qodri
Editor: Elmaghroby

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *