Untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan santri mengenai penyakit TBC, bagian Klinik Sidogiri menggelar kegiatan penyuluhan, Jum’at (23/05). Kegiatan yang berlangsung di Klinik Sidogiri ini diikuti oleh seluruh kepala daerah dan Sihhatda. Turut hadir utusan dari Dinas Kesehatan Pasuruan.
Acara diawali dengan sambutan dari Wakil III Klinik Sidogiri, Ainul Yaqin. Dalam sambutannya, ia mengingatkan kepada para kepala daerah dan Sihhatda untuk peduli kepada para warganya yang sakit, terutama yang dirawat inap, dengan menjenguk dan memantau perkembangan kesehatannya. “Secara tidak langsung, dengan sampeyan menjenguk warga yang sakit dapat memberi dukungan moril baginya,” ucap Ainul Yaqin.
Kemudian, acara berlanjut dengan penyuluhan TBC yang disampaikan oleh dr. Ahmad Khoirin Nasirin, dari Dinas Kesehatan Pasuruan. Dalam pemaparannya, beliau memberitahu bahwa TBC sangat mudah menular terutama melalui percikan ludah yang keluar saat sedang berbicara.
“Semisal mulut orang yang sedang bicara itu dilihat dari dekat, pasti ada percikan-percikan ludah yang keluar dari mulutnya. Nah, itu salah satu jalur penularan TBC yang banyak orang tidak sadari,” ujarnya.
Pria yang akrab dipanggil dr. Nasirin ini, juga mengingatkan untuk selalu hidup bersih karena menurutnya ada 3 faktor penyebab tertularnya bakteri TBC, yakni dari diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Ia juga memberitahu sebuah fakta bahwa Indonesia merupakan negara dengan pengidap TBC terbanyak kedua di dunia.
Kemudian, dokter yang juga bertugas di Klinik Sidogiri itu menjelaskan tentang cara pencegahan dan pengobatan TBC. Bakteri TBC merupakan bakteri yang sangat mudah berkamuflase sehingga butuh penanganan selama minimal 6 bulan. Bakteri TBC bisa masuk ke dalam sel pertahanan tubuh sehingga sulit untuk dibasmi.
Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab. Salah satu peserta menanyakan tentang penanganan santri yang tidak mau untuk meninum obat. Menjawab ini, dr. Nasirin, mewanti-wanti agar pengurus ikut andil menasehati santri untuk tidak anti pada obat-obatan medis.
“Obat-obatan medis ini sudah diuji coba berkali-kali, jadi sudah terbukti sebagai obat paling efektif,” pungkas dokter umum Puskesmas Ngempit itu.
Penulis: Moh. Syauqillah
Editor: A. Kholil












