Lajnah Dakwah Alwafa Biahdillah Jawa Timur berkunjung ke Pondok Pesantren Sidogiri pada Selasa (04/06). Kunjungan yang bertajuk “Ziarah Shalihin” terdiri dari 50 tokoh dari kalangan habaib dan kyai, disambut oleh KH. A. Fuad Noerhasan, Pengasuh PPS, Mas H. Achmad Sa’dulloh, Bendahara Umum, dan beberapa keluarga PPS, di surau H.
Di antara tokoh yang hadir dalam kunjungan ini; Habib Jamal Baagil sebagai Ketua Alwafa Biahdillah Pusat, Habib Umar Khalid al-Madihij, Ketua Alwafa Biahdillah Jatim, Habib Hadi Alaydrus, Ketua Rabithah Alawiyah Jatim, KH. Muhibbul Aman Aly, Ketua PWNU Jatim, KH. Ma’ruf Khozin, Ketua MUI Jatim, KH. Tajul Mufakhir, Katib Syuriah PBNU, para anggota Alwafa Biahdillah, dan tokoh-tokoh yang pernah menuntut ilmu di Yaman.
Acara dibuka dengan pembacaan Maulid Syarabut Thahur karya Habib Umar bin Muhammad bin Salim Bin Hafidz. Kemudian, sambutan-sambutan yang disampaikan oleh perwakilan beberapa organisasi keagamaan seperti NU, MUI, Rabitah Alawiyah, Muwasholah, dan Alwafa Biahdillah.
Dalam kesempatan ini, Habib Jamal selaku Ketua Alwafa Biahdillah menyampaikan banyak terima kasih karena telah mendapat sambutan yang hangat dari PPS. Pengasuh Ponpes Anwarut Taufiq, Batu ini juga mengatakan bahwa kegiatan Ziarah Shalihin ini merupakan kegiatan rutin Alwafa Biahdillah, dengan mengunjungi beberapa pesantren guna menguatkan jalinan silaturrahim dengan para ulama’ dan masyayikh di Jawa Timur.
“Sebab, sebagaimana ucapan Habib Umar Bin Hafidz, dalam berdakwah butuh adanya dua faktor, yaitu ta’aruf (saling mengenal) dan tazawur (saling berkunjung,” ucap Habib Jamal.
Selanjutnya, Mas H. Achmad Sa’dulloh selaku perwakilan PPS, menyampaikan rasa terima kasih atas silaturrahim yang dilakukan Alwafa Biahdillah Jatim. Beliau juga berharap kegiatan ini bisa terus berlangsung dalam upaya sinergi dakwah antara habaib dan kyai.
Mas Achmad juga bercerita bahwa sejak dulu para masyayikh Sidogiri memiliki hubungan sangat dekat dengan para habaib, baik dari segi keilmuan dan dakwah. “Dahulu Kyai Bahar bin Noerhasan sering bersilaturrahim kepada Habib Alwi Kebonagung, begitupun sebaliknya,”
Ketua PP IASS tersebut juga mengungkapkan bahwa pemilihan surau H sebagai tempat acara karena surau H merupakan tempat pengajian para pengasuh Sidogiri ke para santri. “Sanad keilmuan Sidogiri disampaikan di tempat ini,” imbuhnya.

Pada saat itu juga, Pengasuh PPS, KH. A Fuad bin Noerhasan juga menceritakan awal mula berdirinya Sidogiri. Mulai dari perintah Sunan Giri kepada Sayyid Sulaiman untuk mencari tanah yang cocok untuk dijadikan pesantren, proses pencarian Sayyid Sulaiman, hingga tibanya Sayyid Sulaiman ke tanah Sidogiri dan mendirikan pesantren di tanah berkah ini.
Selepas sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan maqolah para ulama. Acara pun berlanjut dengan ziarah ke makam masyayikh Sidogiri.
Perlu diketahui, Alwafa Biahdillah merupakan organisasi yang didirikan oleh Habib Umar Bin Hafidz sebagai wadah alumni Darul Mustofa, Tarim, Hadramaut. Saat ini, organisasi ini terbuka untuk umum dan dijadikan wadah bagi para pegiat dakwah yang berpedoman kepada al-Qur’an, Hadis, dan mengikuti salafus shalih.
Penulis: Iqbal Akkad












