“Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk menjalin silaturahmi antara lembaga pengguna Al-Miftah dan Pondok Pesantren Sidogiri, serta melakukan sharing untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Miftah di lembaga kami,” jelas Ust. Rangga Mukti, S.Pd., Kepala Pembina Asrama Sunan Ampel Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Kamis (27/11). Hal itu disampaikan saat santri Asrama Sunan Ampel Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang, berkunjung ke Pondok Pesantren Sidogiri.
Rombongan terdiri dari santri Madrasah Diniyah kelas 3 Wustha yang telah menuntaskan seluruh jilid Al-Miftah dan kini memasuki tahap sorogan kitab Fathul Qarib. Para tamu diterima di Ruang Auditorium Kantor Sekretariat oleh Pengurus Madrasah Miftahul Ulum Idadiyah Al-Miftah yang dipimpin oleh Ust. Abd. Rohim selaku Kepala MMU Idadiyah Al-Miftah.
Baca juga: Studi Banding Al-Miftah: Madin At-Taufiqiyah Kunjungi Sidogiri
Sebagai bagian dari rangkaian agenda, para santri tamu juga mengikuti demonstrasi hasil belajar murid Idadiyah Al-Miftah, yang menampilkan kemampuan santri Sidogiri dalam membaca, menerjemahkan, dan memahami teks turats menggunakan metode Al-Miftah. Sesi ini menjadi salah satu materi yang paling menarik perhatian peserta studi banding karena menunjukkan secara langsung efektivitas metode yang diterapkan Sidogiri.

Dalam sambutannya, pihak Asrama Sunan Ampel menegaskan bahwa meskipun terdapat perbedaan dalam sistem pendidikan antara Mamba’ul Ma’arif dan Sidogiri, hal itu tidak mengurangi komitmen mereka untuk memenuhi standar kelulusan Al-Miftah dalam waktu satu tahun. Mereka juga mengakui bahwa Sidogiri telah membuktikan bagaimana pendidikan salafiyah yang tertata dengan baik mampu menghasilkan kualitas keilmuan yang unggul, terlebih dalam penguasaan kitab kuning.
Pihak Mamba’ul Ma’arif menyampaikan harapan bahwa santri pengguna metode Al-Miftah tidak hanya pandai membaca kitab, tetapi juga mampu memahami, menerjemahkan, hingga menghafal teks-teks turats. Dengan durasi pembelajaran dua jam per hari, mereka bertekad menerapkan hasil diskusi, khususnya tips dan strategi percepatan pemahaman santri, yang mereka peroleh pada kesempatan tersebut.
Penulis: A. Kholil
Editor: Fahmi Aqwa












