BeritaUnggulan

Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Sidogiri Gelar Pelatihan Service Excellent

Sebagai upaya meningkatkan komunikasi yang efektif dan ramah, Badan Pengelolaan dan Pengembangan Sumber Daya Insani (BP2SDI) menggelar pelatihan Service Excellent pada Senin malam (1/8). Pelatihan ini diikuti oleh 110 utusan dari berbagai instansi yang berinteraksi langsung dengan santri maupun wali santri. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan agar sebuah instansi mampu bersaing dan dipercaya oleh masyarakat.

Baca Juga: Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Resmikan Darul Khidmah Sidogiri Sidoarjo

Acara yang bertempat di Ruang Auditorium Kantor Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri ini bertujuan membekali peserta dengan pemahaman dasar mengenai konsep pelayanan prima (Service Excellent), dengan menghadirkan narasumber Drs. Miftahul Jinan, M.Pd.I., LCPC.

Pada sesi sambutan, Wakil I BP2SDI, Ust. Saifuddin, menyampaikan tujuan dan manfaat pelatihan ini, yaitu meningkatkan kualitas pelayanan di Pondok Pesantren Sidogiri. Beliau menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan formal, melainkan sebuah upaya serius untuk membekali peserta dengan ilmu tentang pelayanan prima.

“Kami berharap kalian menyimak dengan baik. Semoga pelatihan ini dapat membantu kalian mengembangkan komunikasi yang baik, ramah, dan murah senyum,” harap beliau.

Praktek langsung ketika pelatihan berlangsung

Dalam penyampaian materi, Drs. Miftahul Jinan menekankan bahwa pemimpin yang sukses adalah mereka yang melayani kaumnya dengan baik. Prinsip ini menjadi pedoman agar tidak merasa lebih tinggi, melainkan hadir untuk melayani, membantu, dan menjaga kebutuhan masyarakat.

Beliau juga memaparkan beberapa prinsip penting saat berhadapan dengan orang lain, salah satunya adalah dengan menunjukkan sikap sopan santun serta mencermati serta memahami kebutuhan lawan bicara.

“Berikan perhatian yang tulus kepada orang lain, jangan sampai mereka merasa diabaikan atau tidak dianggap keberadaannya,” jelas anggota Tim Trainer Griya Parenting Indonesia tersebut.

Baca Juga: Lembaga Amil Zakat Sidogiri Raih Dua Penghargaan BAZNAS Awards 2025

Selanjutnya, beliau mengingatkan agar para peserta, khususnya kepala kamar, tidak menerapkan sikap SOK (Salahi, Omeli, dan Kritik) kepada warga kamar. Sikap tersebut dinilai dapat menimbulkan pengalaman negatif dan tidak menyelesaikan permasalahan secara efektif.

Sebelum acara ditutup, Ust. Jinan mengajak para peserta berdialog secara interaktif dan mempraktikkan langsung bagaimana memberikan pelayanan prima yang benar, ramah, dan beretika.

Penulis: Nijaful Ali
Editor: Fahmi Aqwa

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *