Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Aliyah Pondok Pesantren Sidogiri sukses menggelar pertemuan bersama 380 wali murid Luar Pondok Pesantren Sidogiri (LPPS). Pertemuan ditempatkan di Aula Gedung Sidogiri Corp pada Sabtu malam (9/5).
Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara pihak madrasah dan orang tua murid LPPS dalam mengawal pendidikan serta kedisiplinan murid di tingkat Aliyah.
Acara diawali dengan sambutan perwakilan wali murid, yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Isro’ Umar. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diperoleh anak-anak mereka untuk menimba ilmu di Pondok Pesantren Sidogiri. Ia juga menegaskan komitmen wali murid untuk mendukung kebijakan madrasah dalam mendidik para murid.
“Kami siap bekerja sama dengan pengurus dan jajaran guru demi menjadikan anak-anak kami sebagai santri yang taat serta termasuk ‘ibadillahish-shalihin. Kami juga memohon maaf atas segala pelanggaran yang dilakukan oleh anak-anak kami selama di Pondok Pesantren Sidogiri, khususnya di madrasah,” ujarnya.
Selanjutnya, wali kelas 3 Dakwah A, Ustadz Abdul Majid Wahab, menyampaikan sambutan atas nama wali kelas. Beliau menyampaikan mengenai pentingnya musyawarah. Ia mengibaratkan pertemuan tersebut sebagai bentuk keteladanan dari Nabi Muhammad bersama para sahabat dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
Beliau juga berpesan agar wali murid tetap menjaga ikatan spiritual dengan pesantren. “Jangan sampai memutus tali silaturahmi kepada pengasuh. Hakikat seluruh madrasah di Sidogiri adalah berkhidmah kepada kiai dan masyayikh. Teruslah mengambil berkah dari Sidogiri,” tuturnya.
Kepala MMU Aliyah, Mas H. Sholeh Abdul Haq, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengelolaan pendidikan merupakan amanah besar. Ia meminta kerja sama wali murid untuk turut mengawasi putra mereka di luar jam madrasah.
“Kami memohon bantuan wali murid untuk menjaga waktu anak-anak agar tidak bertentangan dengan jadwal madrasah. Ini merupakan ikhtiar bersama agar generasi kita tetap terjaga dan tidak terjerumus dalam pelanggaran,” tegasnya.
Selanjutnya, sesi sosialisasi tata tertib murid, Wakil Kepala I MMU Aliyah, Ustadz Muhammad Mufid, menjelaskan prosedur perizinan berbasis digital melalui grup WhatsApp. Pihak madrasah juga menyediakan kode batang (barcode) khusus bagi wali murid untuk bergabung dalam grup koordinasi.
“Bagi wali murid yang telah tergabung dalam grup WhatsApp, pengajuan izin dilakukan melalui format yang telah disediakan. Adapun bagi wali murid yang tidak memiliki ponsel atau mengalami kendala akses, perizinan tetap dapat dilakukan secara manual. Perlu diperhatikan bahwa batas waktu perizinan hanya berlaku selama satu hari,” jelasnya.
Acara ditutup dengan dialog interaktif antara pengurus dan wali murid, serta doa yang dipimpin oleh Ustadz Abdul Majid Wahab.
Penulis: Nijaful Ali
Editor: Elmaghroby












