Persaudaraan Laksana Pohon

share to

al-Habib Taufiq bin Abdul Qadir as-Seggaf:
Perumpaan Persaudaraan di jalan Allah laksana sebuah pohon yang harus disiram dengan air (Saling Berziarah)

“Perumpaan persaudaraan di jalan Allah diibaratkan sebuah pohon yang harus disiram dengan air ( dengan saling berziarah) dan nantinya akan membuahkan rasa saling tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa, apabila tidak disiram maka pohon itu akan kering, dan apabila tidak berbuah maka akan dipotong.”

Demikian penyampaian isi dari Kitab Hikam karya al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad yang dibacakan dan diterjemahkan oleh al-Habib Taufiq bin Abdul Qadir as-Seggaf, pada pengajian Malam Jumat kemarin (17/01) di Masjid Jami’ Sidogiri.

Baca juga :Al-Habib Taufiq Bin Abdul Qadir as-Seggaf: Perumpaan Orang yang Berbuat Dosa Untuk Taubat Setelahnya

Ukhuwah fillah itu penting dan ukhuwah itulah disebut mukmin, karena ukhuwah fillah menjadi lambang kekuatan iman. Ukhuwah ini ditandai dengan cinta dan benci karena Allah. Walau bersaudara, apabila ditemukan kekeliruan dan kesalahan maka saudara yang baik akan membencinya karena Allah. Seperti dicontohkan seorang mukmin yang bersaudara dengan seseorang yang baik, dan dia mencintainya karena Allah. Dan suatu waktu ternyata orang yang awalnya baik itu melakukan penghinaan terhadap nabi, maka sebagai mukmin adalah membencinya karena Allah bukan malah membelanya tetapi harus diluruskan dan dibenarkan.

Apabila sudah menemukan sosok yang memiliki jiwa ukhuwah fillah maka harus dirawat dengan cara saling berziarah (silaturahim). Ibarat pohon yang harus disirami agar terus hidup, maka seperti itulah menjaga ukuwah dengan berkunjung. Allah telah menginformasikan dalam al-Quran bahwa yang akan mendapat mahabbah Allah adalah yang saling cinta karena Allah, saling duduk karena Allah, saling membantu karena Allah, dan saling berziarah karena Allah.  Bahkan dalam hadits dijelaskan bahwa mereka yang mengunjungi saudaranya karena Allah akan diiringi malaikat sebanyak 70.000.

Baca juga: Al-Habib Taufiq bin Abdul Qadir as-Seggaf: Shadaqah Lebih Baik dari Menyimpan Harta

Diceritakan dalam hadits Nabi, ada orang yang berziarah kepada saudaranya di suatu daerah. Allah mengirimkan satu malaikat yang menjelma manusia. Ketika malaikat itu bertemu dengan orang tersebut, malaikat itupun menanyakan alasan kenapa mengunjungi saudaranya itu. Orang itu menjawab karena orang itu cinta kepada Allah. Malaikat yang menjelma manusia tadi akhirnya mengakui sebenarnya ia diutus Allah untuk memberi kabar bahwa Allah cinta kepada orang tersebut karena orang tadi cinta kepada saudaranya.

al-Habib Taufiq bin Abdul Qadir as-Seggaf: Ziarahlah waqtu ba’da waqtin

Habib Taufiq juga menyarankan agar tidak terlalu sering berkunjung atau berziarah ke saudaranya. Karena ibarat pohon jangan terlalu banyak disiram, siramlah secukupnya. Selain itu, beliau juga tidak menginginkan terlalu jarang mengunjungi saudaranya nanti jadi menjauh.

“Ziarahlah waqtu ba’da waqtin, jangan terlalu sedikit berkunjung nanti menjauh, dan berhentilah ziarah tiap hari nanti bisa bosen”, pesan Habib Taufiq yang merupakan cucu Habib Jakfar Syaikhon Pasuruan ini.

Musyafal Habib|Sidogiri.net

share to

Musyaffal Habib : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *