BeritaUnggulan

Evaluasi Semester I: Jamub Siapkan MC Terlatih

Evaluasi Semester I Jam’iyah Muballighin (Jamub) Pondok Pesantren Sidogiri digelar dengan sejumlah inovasi. Salah satunya, pada kategori pidato, ada sesi tanya jawab dari dewan juri untuk menguji kedalaman materi yang disampaikan peserta. Sementara pada kategori Master of Ceremony (MC), evaluasi digelar sebagai upaya menyiapkan kader MC yang terampil untuk menunjang berbagai kegiatan pesantren.

Juri terlihat melempar pertanyaan kepada finalis

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis malam (13/08) tersebut mempertemukan 10 finalis kategori pidato dan dua finalis MC dalam satu panggung di halaman Mabna al-Ghazali.

Baca juga: Haul ke-61 KH. Noerhasan bin Nawawie, Momentum Teladani Sosok Ulama dan Sufi

Wakil Ketua Jamub, Ustadz Muhammad Ali Sofyan, menjelaskan bahwa sesi tanya jawab menjadi pembaruan dalam teknis evaluasi pidato tahun ini. Menurutnya, penilaian tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan peserta dalam menyampaikan materi, tetapi juga harus memastikan pemahaman terhadap isi yang disampaikan.

“Kali ini, juri berhak melempar pertanyaan kepada peserta agar penampilan tidak hanya bagus dari segi penampilan, tetapi isinya juga berbobot,” terangnya.

Selain penguasaan materi, beberapa aspek lain turut menjadi penilaian, meliputi akhlak dan tata krama seorang dai, intonasi suara, gaya pidato, penguasaan panggung dan audiens, serta kemampuan memahami materi yang disampaikan.

Dalam kategori pidato, peserta juga tidak dibatasi oleh ketentuan bahasa tertentu. Mereka diperbolehkan menggunakan bahasa yang dianggap paling dikuasai dan nyaman untuk menyampaikan gagasan.

“Tidak ada aturan harus berbahasa Indonesia untuk kategori pidato. Jadi, peserta lebih bebas berpidato dengan bahasa yang mereka rasa nyaman,” tambah Ustadz Sofyan.

Sementara itu, kategori MC menjadi salah satu inovasi Jamub dalam menjawab kebutuhan pesantren yang memiliki banyak agenda dan membutuhkan pembawa acara yang terampil. Menurut Ustadz Sofyan, sebelumnya kategori tersebut belum masuk dalam evaluasi Jamub.

“Sebelumnya memang tidak ada, tetapi sekarang pengurus Jamub berinisiatif untuk melayani kebutuhan MC pesantren yang bisa diharapkan dan sudah terlatih,” ungkapnya.

Sebelum tampil di panggung utama, peserta terlebih dahulu melewati sejumlah tahapan penilaian. Keaktifan selama mengikuti kegiatan Jamub, baik dalam kehadiran maupun latihan, serta hasil evaluasi ruang gelombang satu dan dua menjadi bagian dari pertimbangan pengurus dalam menentukan peserta yang berhak melaju ke tahap berikutnya.

Para juarawan Evaluasi Jamub dan MC Semester I

Selain itu, penampilan peserta yang biasa diselenggarakan di barat Mabna an-Nawawi setiap malam Jumat di hadapan para wali santri turut menjadi salah satu indikator yang diperhitungkan.

“Penampilan di barat Mabna an-Nawawi setiap malam Jumat di hadapan para wali santri menjadi pertimbangan untuk mengikuti evaluasi Semester I,” jelasnya.

Peserta yang dinilai memenuhi kriteria kemudian direkomendasikan pengurus Jamub untuk mengikuti evaluasi di panggung utama. Pada tahap final tersebut, penilaian dilakukan secara langsung dalam satu ronde. Dengan demikian, hasil evaluasi sekaligus dapat ditentukan pada malam yang sama dan hadiah langsung diberikan kepada para juarawan.

Baca juga: Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri Siapkan Layanan Libur Maulid 1448 H

Melalui Evaluasi Semester I ini, Jamub berharap semakin banyak santri Sidogiri yang terdorong untuk mengembangkan kemampuan dakwah, baik dalam penguasaan teori maupun praktik. Dari proses pembinaan tersebut, diharapkan lahir dai-dai Sidogiri yang tidak hanya memiliki kemampuan berbicara, tetapi juga matang dalam penguasaan materi dan berakhlak dalam berdakwah.

Penulis: Muhammad Fajar
Editor: Elmaghroby

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *