Sebanyak 29 Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Tsanawiyah ranting Sidogiri se-Jawa dan Madura mengikuti Musabaqah Antar Murid Madrasah Ranting (Muammar) Tsanawiyah. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua sesi, yakni sesi I di MMU A-44 Warungdowo, Pohjentrek, Pasuruan pada Jumat (31/07), dan sesi II di MMU A-07 PP. Ishlahul Athfal Sidogiri, Kraton, Pasuruan pada Jumat (07/08).
Muammar Tsanawiyah mempertandingkan lima cabang lomba, yakni Cerdas Cermat, Qiraatul Kitab, Muhafadzah, Kuis Pendidikan, dan Presentasi Fikih. Perlombaan berlangsung sejak pagi hingga siang dan dilanjutkan dengan pengumuman juarawan serta pembagian hadiah.
Kepala Madrasah MMU Tsanawiyah Pondok Pesantren Sidogiri, Ustadz Moh. Rifqi Al Mahmudy, menjelaskan bahwa Muammar menjadi bagian dari evaluasi hasil belajar murid di madrasah ranting. Jika Imtihan Dauri (Imda) menjadi evaluasi internal, maka Muammar menjadi evaluasi eksternal melalui perlombaan antarranting.
“Muammar ini sebagai instrumen evaluasi hasil belajar madrasah ranting, sebagai evaluasi lanjutan dari Imda. Kalau Imda evaluasi internal, Muammar ini evaluasi eksternalnya,” jelasnya.

Antusiasme madrasah ranting terlihat dari ketatnya perolehan nilai dalam setiap sesi. Untuk meningkatkan ketepatan penilaian, panitia juga menerapkan penggunaan tombol digital pada babak final Kuis Pendidikan. Sistem tersebut menggantikan penggunaan tombol manual yang diterapkan pada pelaksanaan sebelumnya.
MMU A-06 Karanganyar Pasuruan berhasil meraih juara umum dengan perolehan 872 poin. Posisi kedua ditempati oleh MMU B-52 Banyugiri Sumenep dengan 796 poin, disusul MMU B-19 Kebun Baru Pamekasan dengan 756 poin.

Menurut Ustadz Rifqi, pembagian Muammar menjadi dua sesi dilakukan sebagai bentuk pemerataan peserta. Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya yang membagi sesi berdasarkan wilayah Jawa dan Madura, tahun ini kedua sesi dilaksanakan di Pasuruan.
“Supaya yang dari luar Pasuruan juga pernah mengikuti Muammar di Pasuruan. Tahun depan bisa berbeda lagi, tergantung pimpinan pada periode berikutnya,” tuturnya.
Peraih juara 1 Qiraatul Kitab Kelas II, Parhan, delegasi MMU B-03 Batulabang Karangpenang, Sampang, mengaku mempersiapkan diri dengan memperbanyak latihan serta meminta bimbingan kepada guru. Ia juga menyebut doa dan restu guru serta orang tua menjadi bagian dari persiapannya.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Juara ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar lebih giat dan memperdalam ilmu,” ungkapnya.
Dengan diadakannya Muammar, panitia berharap acara ini bisa menjadi motivasi bagi murid untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasi belajarnya.
Penulis: Nur Afifuddin
Editor: Elmaghroby












