Kegiatan Bahtsul Masail Wustha (BMW) ke-71 resmi dibuka pada Rabu malam (08/07). Kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan Pondok Pesantren Sidogiri ini diikuti oleh sekitar 240 peserta dari 70 delegasi pesantren se-Jawa dan Madura.
Kegiatan yang diresmikan oleh Sekretaris Umum Pondok Pesantren Sidogiri, Ustadz H. A. Saifullah Naji ini diagendakan selama satu hari dua malam dan akan selesai pada Kamis malam (09/07).

Dalam sambutannya, Ustadz H. A. Saifullah Naji menyampaikan harapan besar supaya forum musyawarah ini bisa menjadi motivasi bagi seluruh santri agar senantiasa menghidupkan kembali tradisi keilmuan pesantren.
“Kami harap forum ini bisa menjadi perantara untuk menumbuhkan kecintaan santri dalam mengkaji kitab kuning dan supaya santri tidak hanya menguasai teks, tetapi juga mampu menjawab berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Koordinator BMW ke-71, Gus M. Zakaria Abd. Wahhab mengungkapkan bahwa forum BMW ini juga bisa menjadi perantara untuk mendapatkan ilmu yang berkah dan manfaat.
Tidak hanya itu, Kepala Bagian Musyawarah wa Taklimul Kitab (MTK) tersebut mengingatkan bahwa selain menjaga tradisi keilmuan, pesantren juga memiliki tanggung jawab besar untuk menjawab problematika umat melalui forum musyawarah seperti ini.
“Di samping menjadi tradisi pesantren, menjawab problematika masyarakat melalui forum musyawarah seperti ini juga menjadi tanggung jawab besar bagi kita,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa problematika yang terjadi harus dijawab oleh ahlinya, melalui referensi yang jelas dari para ulama.
“Para musyawirin tidak boleh membuat ibarat sendiri, kita harus punya referensi dari karya para ulama,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya BMW ke-71 ini, syiar keilmuan yang ada di Pondok Pesantren Sidogiri diharapkan terus berkembang dan maju.
Penulis: Muhammad Rofiul Qodri
Editor: Elmaghroby












