BeritaUnggulan

Istighasah sebagai Penutup Rangakaian Peringatan HUT ke-81 RI

Kemerdekaan Indonesia merupakan sebuah nikmat yang patut disyukuri. Rasa syukur bisa diekspresikan dengan berbagai kegiatan yang masih berpijak pada garis ketaatan. Sebagaimana disampaikan oleh Sekretariat Umum Pondok Pesantren Sidogiri, Ustadz H. A. Saifullah Naji dalam sambutannya mewakili pengurus harian PPS dalam acara Istighasah HUT ke-81 RI.

“Syukur yang hakiki itu adalah menggunakan nikmat untuk ketaatan,” tegasnya.

Dalam acara yang digelar pada Senin malam (17/08) tersebut, Ustadz Saifullah Naji menambahkan bahwa peringatan yang tidak searah dengan syriat justru membawa petaka pada negara, karena bukan bentuk rasa syukur kepada Allah.

Ustadz H. A. Saifullah Naji, Sekretaris Umum PPS memberi sambutan sebelum Istigasah dimulai

Istighasah dengan pembacaan Yasin dan Tahlil yang berlokasi di Lapangan PPS itu, dibuka dengan pembacaan qasidah Burdah sekitar pukul 19.30 WIS. Acara penutup dari segmentasi perayaan HUT ke-81 tahun ini, dihadiri oleh segenap santri aktif, staf pengajar MMU, pengurus pelaksana, dan beberapa pengurus harian PPS.

Baca juga: Upacara HUT ke-81 RI di Sidogiri, Tanamkan Semangat Kebangsaan kepada Santri

Hal lain yang turut menjadi perhatian Ustadz Saifullah Naji adalah momen liburan maulid beberapa hari lagi. Pengurus yang juga menjadi staf pengajar MMU Aliyah itu menyampaikan bahwa liburan maulid adalah Senin-Jumat (24-28/08).

Akan tetapi, pada hari pertama liburan maulid tersebut, kunjungan wali santri masih ditutup. Pengurus menjadikan hari tersebut sebagai alternatif untuk masa tenang bagi santri.

“Tanggal 11 Rabiul Awal (24/08) tidak ada kunjungan karena khusus istirahat santri,” terang beliau.

Kunjungan libur maulid resmi dibuka pada Selasa (25/08) dengan prosedur dan mekanisme yang sudah ditetapkan oleh pengurus PPS, yakni jadwal kunjungan menyesuaikan daerah wali santri masing-masing.

Baca juga: HUT ke-81 Republik Indonesia, LPBAA gelar Lomba Menerjemah Lagu Kebangsaan Indonesia

b

b

Ustadz Saifullah juga mewanti-wanti agar para santri tetap menaati tata tertib pesantren saat berkunjung, sama halnya dengan wali santri. Di antaranya adalah tidak mengambil foto atau video di area PPS dan durasi kunjungan maksimal 3 jam.

Ustadz Yasin Abdul Karim sedang memimpin pembacaan do’a

Hal lain yang turut ditekankan oleh beliau saat kunjungan liburan maulid adalah perihal etika dan adab santri kepada orang tuanya.

“Di Sidogiri itu ada tradisi boso (berbahasa halus) kepada orang tua dari dulu, meski tidak tertulis,” imbaunya.

Pembacaan Yasin dan Tahlil yang dipimpin oleh Ustadz Yasin Abdul Karim untuk mendoakan para Masyayikh dan pejuang kemerdekaan, dilaksanakan setelah sambutan tersebut selesai. Kemudian acara istighasah, dan ditutup dengan doa.

Penulis: Muhammad Fajar
Editor: Elmaghroby

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *