BeritaUnggulan

Peringatan Maulid Nabi: Hadirkan Kehangatan Cinta kepada Rasulullah

Kamis (27/08), Pondok Pesantren Sidogiri menggelar Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Maulid Nabi Muhammad 1448 H. Acara tersebut dipanitiai oleh gabungan konsulat Jember dan Surabaya, menghadirkan Habib Quraisy bin Qosim Baharun dari Cirebon, Jawa Barat, sebagai muhadhir.

Alunan shalawat maulid Simthud-Durar, mahakarya al-Habib Ali bin Muhammad bin Husain al-Habsyi yang dipersembahkan oleh tim gabungan konsulat dan tim shalawat Sidogirian, menggema di seantero lapangan Pondok Pesantren Sidogiri. Belasan ribu santri serta para tamu undangan turut melantunkan dengan khusyuk dan penuh khidmat. Menariknya, lantunan shalawat tersebut mengadopsi model shalawat Majelis Shalawat az-Zahir.

Usai pembacaan shalawat dan pujian kepada sang Baginda Nabi setinggi-tingginya, acara dilanjut dengan penyiaran film inspiratif berjudul, “Tulus” hasil produksi tim SidogiriTV. Film yang menambah kemeriahan perayaan kelahiran Baginda Rasulullah Muhammad ﷺ tersebut secara ringkas menayangkan dua figur yang bertolak belakang.

Pada kesempatan itu pula, Ketua II PPS, Ustadz Saifullah Muhyiddin, turut memberikan sambutan. Beliau mengatakan bahwa baik di pesantren ataupun di rumah masing-masing, liburan maulid tetap dapat terasa. Bahkan, menurutnya, justru libur maulid di pesantren, lebih banyak menarik dampak positif. Mengingat, aktivitas-aktivitas di pesantren semuanya mengarah pada hasil positif.

“Tidak ada beda, libur di pondok dengan di rumah. Sama-sama dapat melepas rindu dengan keluarga melalui jadwal kiriman yang telah diagendakan,” tuturnya.

Selain itu, staf pengajar MMU Aliyah tersebut, mendorong santri untuk kembali fokus belajar pascaliburan beberapa hari ini. Beliau mengingatkan bahwa Imtihan Dauri (Imda) II, tidak lama lagi akan dilaksanakan.

“Setelah liburan nanti, hari Sabtu, mari kita ambil setir, panaskan, dan tancap gas. Mari kembali berjalan mengikuti kegiatan belajar-mengajar di pesantren. Karena nanti pada tanggal 20 Rabiuts Tsani, kita akan kembali berhadapan dengan Imda II,” imbuhnya.

Beliau kemudian membacakan narasi filosofi motto dan tema Milad ke-290 tahun Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) dan Haflatul Ikhtibar ke-91 tahun Madrasah Miftahul Ulum (MMU) sebelum peluncuran logo dengan penayangan video singkat dengan durasi kurang lebih 2 menit.

Menjelang ceramah agama, panitia terlebih dahulu memutar video singkat tentang biografi muhadir, al-Habib Quraisy bin Qosim Baharun. Beliau merupakan seorang ulama dan dai di Indonesia. Zuriah Nabi yang satu ini, lahir di Pasuruan, Jawa Timur. Di belahan bumi lain, setelah berguru kepada al-Habib Umar bin Salim bin Hafidz, beliau mendirikan Pondok Pesantren Ash-Shidqu, tepatnya di Kuningan, Jawa Barat.

Kini, beliau aktif menyiarkan dakwah Islam di Jawa Barat melalui pembacaan maulid, shalawat, serta pengajian kitab tasawuf dan fikih. Setelah merampungkan seluruh rangkaian acara, pembacaan doa sebagai penutup dipimpin oleh KH. Hasbulloh Mun’im Khalili.

Penulis: Syahrul Maulana
Editor: Elmaghroby

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *