Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Aliyah Pondok Pesantren Sidogiri mengumumkan para juarawan semester ganjil pada acara Kuliah Umum. Acara tersebut dilaksanakan di aula gedung Sidogiri Corp pada Rabu malam 16 September 2026.
Pembagian hadiah merupakan penghargaan yang dimaksudkan sebagai apresiasi bagi murid MMU Aliyah yang telah meraih nilai tertinggi pada ujian semester ganjil yang dilaksanakan selama 15 hari (8-22) Agustus lalu. Berikut daftar juarawan MMU Aliyah semester ganjil tahun ajaran 1447-1448 H.
A. Juarawan Kelas 1 MMU Aliyah
Nama: M. Bahir Maftuh
Kelas: 1-C
Alamat: Dumajah, Tanah Merah, Bangkalan
Predikat: Terbaik I Kelas 1 MMU Aliyah
Nama: Muhamad Ubaidillah Al’Aroby
Kelas: 1-C
Alamat: Kalirejo, Gondang Wetan, Pasuruan
Predikat: Terbaik II Kelas 1 MMU Aliyah
Nama: Mohammad Bachrul Ulum
Kelas: 1-B
Alamat: Gondang Rejo, Gondang Wetan, Pasuruan
Predikat: Terbaik III Kelas 1 MMU Aliyah
B. Juarawan Kelas 2 MMU Aliyah
Terbaik Kelas 2 Dakwah
Nama: Akmal Zadit Taqwa
Kelas: 2-Dkw C
Alamat: Alassumur Kulon, Kraksaan, Probolinggo
Terbaik Kelas 2 Muamalah
Nama: Muhammad Fairuz Shafin
Kelas: 2-Mlh A
Alamat: Banjararum, Singosari, Malang
Terbaik Kelas 2 Tafsir Hadis
Nama: M. Sandi Iftihar Yoga
Kelas: 2-Tfs Hds B
Alamat: Slambrit, Kraton, Pasuruan
Terbaik Kelas 2 Tarbiyah
Nama: Achmad Anis
Kelas: 2-Trb C
Alamat: Tambaksari, Kraton, Pasuruan
C. Juarawan Kelas 3
Terbaik Kelas 3 Dakwah
Nama: Fadli Dakhlan Biizzil Barar
Kelas: 3-Dkw B
Alamat: Kajar, Tenggarang, Bondowoso
Terbaik Kelas 3 Muamalah
Nama: Anggik Maulana Hisbih
Kelas: 3-Mlh B
Alamat: Kedawang, Nguling, Pasuruan
Terbaik Kelas 3 Tafsir Hadis
Nama: Hasyim Ubaidah
Kelas: 3-Tfs Hds C
Alamat: Sepuhgempol, Wonomerto, Probolinggo
Terbaik Kelas 3 Tarbiyah
Nama: Muhammad Riyan Fikri
Kelas: 3-Trb A
Alamat: Tenggilis Rejo, Gondang Wetan, Pasuruan
Rekap Terbaik Baca Kitab
M. Alan Rizki — Terbaik Baca Kitab Kelas 1 MMU Aliyah
M. Abd Wahid — Terbaik Baca Kitab Kelas 2 MMU Aliyah
Mohamad Rozi — Terbaik Baca Kitab Kelas 3 MMU Aliyah
Rekap Kelas Terbaik
3 Mlh A — Asuhan Ustadz. Abd. Roqib Saki
2 Tfs-Hds A — Asuhan Ustadz. Achmad Nafik
1-M — Asuhan Ustadz. Muhammad Hasbullah

Salah satu juarawan, Akmal Zadid Taqwa mengungkapkan jerih payah yang mengantarkannya sebagai juara. “Jujur kapasitas kemampuan otak saya tidak cukup untuk mempelajari seluruh materi ujian. Oleh karena itu, saya harus berjuang keras dalam belajar, bahkan ketika ujian berlangsung, saya sangat jarang berada di kamar. Saya lebih sering berdiam diri di masjid. Sejak pagi, sekitar pukul 7:00 WIS hingga sekitar pukul 01:00 WIS. Tidak puas sampai disitu, setelah ujian, menjelang shalat Asar, saya sudah terlebih dahulu berangkat ke masjid guna mempelajari materi yang akan diujikan besok. Hal tersebut saya lakukan hingga adzan maghrib berkumandang,” tuturnya.
Kendati demikian, perjalanannya menuju pencapaian ini tidak selalu mulus, ia mengungkapkan bahwa terkadang rasa malas datang menghampiri. “Rintangan dan tantangan yang sering saya alami adalah malas” tuturnya. Namun ia mempunyai trik dan motivasi untuk mengentaskan rasa malas tersebut “Ketika malas, saya tanamkan dalam dalam bahwa tujuan saya untuk belajar di pesantren bukan untuk mencari nilai dan prestasi belaka, melainkan untuk mencari ridha guru, para masyaikh dan kedua orang tua, inilah yang membangkitkan semangat dalam diri,” imbuhnya.
Santri asal Probolinggo ini berharap bahwa teman-temannya mampu melampaui dirinya dalam kompetisi akademik ini, “Intinya belajar. Kesulitan sejatinya hanya lahir dari pikiran, lalu tertanam di hati hingga membuat diri enggan bangkit. Namun jika pikiran telah berkata “bisa”, insyaAllah segalanya akan berjalan sesuai harapan,”pungkasnya
Penulis: Syahrul Maulana
Editor: Elmaghroby












