Sebuah film pendek berjudul “Santri?” turut mewarnai rangkaian acara peringatan Tahun Baru Islam 1448 H. di Pondok Pesantren Sidogiri pada Senin malam, (15/6). Film berdurasi 10 menit itu ditayangkan di hadapan seluruh santri dan sejumlah tamu undangan sebagai media refleksi diri menyambut tahun baru Hijriah.
Film bergenre drama sosial ini berangkat dari keresahan wali santri terhadap perilaku sebagian santri ketika berada di rumah yang dinilai kurang mencerminkan nilai-nilai yang telah diajarkan di pesantren.
“Ide film lahir dari keluhan wali santri saat putra mereka pulang ke rumah,” ungkap Ustadz Khoirul Fatihin, penulis naskah film. Keresahan tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah cerita yang mengajak penonton melakukan refleksi dan introspeksi diri.

Film ini mengisahkan seorang santri bernama Haidar yang lebih sibuk bermain gim di dalam kamar hingga mengabaikan panggilan orang tuanya. Melalui tokoh tersebut, film ini berusaha menggambarkan fenomena yang kerap ditemui di tengah masyarakat sekaligus mengajak santri untuk kembali merenungkan identitas dan tanggung jawabnya.
Pemilihan judul “Santri?” juga memiliki makna tersendiri. Tanda tanya yang disematkan pada judul sengaja dihadirkan untuk mengajak setiap santri bertanya kepada dirinya sendiri.
“Agar para santri bertanya kepada dirinya sendiri. Santri itu apa? Bagaimana seharusnya seorang santri? Apakah dirinya sudah bisa disebut santri?” terang Ustadz Khoirul Fatihin.
Tema refleksi dipilih karena dinilai sejalan dengan semangat tahun baru Hijriah yang identik dengan muhasabah dan perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Pesan tersebut juga dirasakan oleh para santri yang menonton film. Salah satunya, Indi Maimoen, santri kelas 1-C Aliyah, mengaku film tersebut mengingatkannya untuk lebih memperhatikan akhlak saat berada di rumah.
“Pesan utamanya yang saya rasakan ialah agar santri enak dipandang dengan akhlaknya,” ujarnya.
Proses pembuatan film dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Naskah ditulis oleh Ustadz Khoirul Fatihin dan Ustadz Jihad Romadhon selama dua hari dengan pengembangan cerita yang turut melibatkan Tim Kreatif SidogiriTV. Setelah tema dan alur cerita ditetapkan, proses produksi segera dilakukan melalui kolaborasi Tim Multimedia dan Tim Produksi SidogiriTV.
Tim Multimedia berperan sebagai kameramen, Tim Produksi bertindak sebagai director of photography, sedangkan Tim Kreatif SidogiriTV menangani penyutradaraan. Film ini diperankan oleh tujuh santri aktif serta enam alumni yang bersedia terlibat sebagai talent.
Pengambilan gambar dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 11–12 Juni 2026, sementara proses penyuntingan dilakukan selama tiga hari berikutnya. Meski demikian, proses produksi tidak berjalan tanpa hambatan.
Menurut Ustadz A. Kholil, anggota Tim Kreatif SidogiriTV, tantangan terbesar terletak pada pengaturan jadwal para pemeran. Sebab, lokasi pengambilan gambar berada di kawasan perkampungan di luar area pondok, sementara sebagian pemain merupakan santri aktif yang tetap harus mengikuti kegiatan wajib pesantren dan sebagian lainnya adalah alumni yang memiliki kesibukan bekerja.
“Jadi menyesuaikan jadwal pengambilan video setiap talent yang ada, baik santri maupun alumni,” ujarnya.
Penulis: Nur Afifuddin
Editor: Elmaghroby












