Badan Pengelolaan dan Pengembangan Sumber Daya Insani (BP2SDI) kembali menggelar pelatihan desain grafis bagi para desainer media Pondok Pesantren Sidogiri pada Selasa malam (16/06). Kegiatan yang bertajuk, “Santri Creator Chapter #7” ini kali ini ditempatkan di Gedung 1455 selama satu hari dengan tiga sesi materi.
Pada pelatihan kali ini, BP2SDI menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten di bidang desain grafis. Sesi pertama diisi oleh Ustadz Abd. Aziz, Desainer LAZ Sidogiri. Selanjutnya, sesi kedua berupa praktik desain yang dipandu oleh Ustadz Abdul Faqih, Desainer Senior Sidogiri Media.
Sementara itu, pada sesi penutup, Akmad Arif Wicaksono Sandi, M.Ds., dosen Universitas Negeri Surabaya (UNESA), membahas tantangan yang dihadapi para desainer di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Menurutnya, para desainer tidak perlu bersikap antipati terhadap AI. Sebaliknya, mereka harus memahami sekaligus bijak dalam memanfaatkannya. Kehadiran berbagai perangkat berbasis AI memang mampu mempercepat proses produksi desain, tetapi pada saat yang sama juga membawa perubahan besar terhadap pola kerja industri kreatif.
“Jangan hanya meng-upgrade kemampuan teknis karena hal itu akan mudah diambil alih oleh AI. Desainer juga harus memahami perkembangan AI karena teknologi ini akan mengubah tatanan kerja industri kreatif,” ungkapnya.
Mantan Layouter Harian Jawa Pos tersebut juga menekankan pentingnya membangun taste atau selera desain yang baik. Menurutnya, kemampuan tersebut dapat diasah melalui banyak referensi, observasi, dan latihan yang konsisten.
“Skill teknis bisa dipelajari, tetapi selera dan kemampuan mengambil keputusan desain tetap menjadi pembeda antara manusia dan AI,” tegasnya.
Terkait pelaksanaan kegiatan ini, Wakil I BP2SDI, Ustadz Syaifuddin, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya santri di bidang desain grafis.
“Selain meningkatkan kreativitas, kami juga ingin membekali santri agar mampu menjadi desainer yang profesional,” ujarnya.
Ia berharap para peserta tidak hanya mampu menguasai keterampilan desain, tetapi juga dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat. Dengan demikian, para desainer santri diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara proporsional dan tetap memiliki daya saing di era digital.
Penulis: Muhammad Rofiul Qodri
Editor: Elmaghroby












