Pengurus pusat Ikatan Santri Sidogiri (ISS) melalui event Sidogiri Expo 2026 menggelar workshop untuk lukisan bakar. Kegiatan yang berlangsung di mushala gedung al-Ghazali ini diikuti oleh 33 peserta dari personalia Sidogiri expo 2026 dan santri umum.
“Sidogiri Expo tahun ini tidak hanya mendorong santri untuk mengirimkan karya seni, tetapi juga melatih mereka bagaimana cara berkarya,” kata ketua Expo 2026, Adam Daffa Adrewa kepada sidogiri.net pada Jumat (16/10).
Sesi pertama, berlangsung selama 1 jam 30 menit, terhitung sejak pukul 08:30 WIS hingga 10:00 WIS pagi, sementara sesi dua dimulai pukul 13:00 WIS sampai 15:30 WIS.
Dalam upaya memaksimalkan pelatihan, Sidogiri Expo 2026 menghadirkan Ustadz Ahmad Zaini, seorang pengerajin lukisan bakar sebagai narasumber.
“Pengalamannya di Sidogiri Expo dan keahliannya dalam lukisan bakar sudah tidak diragukan lagi,” ujar Adam Daffa.
Dalam pemaparan materi, Ustadz Zaini menjelaskan cara membuat tulisan bakar secara komprehensif, mulai dari teori paling dasar, meliputi proses pengeditan, print, transfer foto ke papan kayu, merakit alat lukis, memproses pembuatan lukisan, mengukir gradasi, membuat figura, hingga finishing dengan menonjolkan detail halus, garis kontur, serta penegasan efek gelap dan terang (shading / spotlight) untuk memberikan dimensi pada lukisan.

Tidak cukup memberikan teori, pria yang berdomisili di Jember tersebut juga mendampingi peserta kursus secara telaten dalam sesi praktik. Di hadapan para peserta, ia langsung mempraktikkan bagaimana mengukir sketsa yang telah tercetak menggunakan solder lukis khusus yang menggunakan listrik untuk memanaskan ujung logam.
Dalam wawancara terpisah, eks anggota Expo tersebut menanggapi positif kegiatan ini. Menurutnya, pirografi—lukisan bakar—kini mendapat banyak peminat dari kalangan kolektor maupun masyarakat umum. Hal tersebut menurutnya karena keunikan dan nuansa klasik yang tergambar dalam detail-detail lukisan bakar.

“Sangat baik, terutama bagi pengembangan skill santri dalam lukisan bakar, karena lukisan bakar kini memiliki banyak peminat dari berbagai kalangan,” tutur pria yang juga berprofesi sebagai guru di SMP Negeri 1 Yosowilangun Lumajang.
Pemilik akun Instagram @lukisanbakar_art tersebut juga terkesan dengan antusiasme para peserta dan kompetensi para panitia. Ia berharap kedepannya, para peserta tidak hanya berlatih di workshop ini, tetapi terus mengembangankan modal dasar dan pengalaman yang didapat dari workshop ini.
“Sebenarnya, pengembangan keterampilan tidak cukup hanya dengan mengikuti pelatihan ini. Peserta dianjurkan untuk terus mengasah dan mempraktikkan teori yang telah diperoleh agar keahlian seninya tetap terjaga,” pungkasnya.
Penulis: Syahrul Maulana
Editor: Elmaghroby












