Pesantren Overload
Okt24

Pesantren Overload

Deskripsi Masalah Pada zaman ini, banyak masyarakat yang kurang percaya dengan pendidikan formal. Hal ini dibuktikan dengan pesatnya pertumbuhan statistik pesantren. Realita seperti ini menyebabakan sebagian pesantren sesak (overload) dengan bertambahnya santri setiap tahunnya. Hal ini bisa dilihat dengan sesaknya asrama pemukiman santri ketika waktu istirahat tiba (malam). Saking sesaknya sebagian dari mereka tidak menemukan tempat tidur. Permasalahan muncul ketika datang dari masjid saat larut malam menuju asrama. Ternyata asrama sudah dipenuhi oleh santri yang sedang istirahat. Bahkan untuk menuju lemari yang ada di kamar saja, mereka harus melangkahi santri yang tidur. Bahkan tak jarang mereka melangkahi kepala untuk bisa menuju lemari. Selain itu, tak jarang dari mereka meminggirkan temannya yang tidur terlentang untuk ditempati tidur (ndusel-Jawa) saat asrama sudah penuh. Mereka berdalih; “Santri yang tidur terlentang mengambil jatah tempat yang lebih. Seandainya tempat itu ditempati oleh 2 orang akan cukup. Akhirnya, sebagian dari mereka meminggirkan temannya yang tidur terlentang atau meluruskan teman yang tidurnya bangkong (melungker-jawa). Pertanyaan : 1. Bagaimana hukum melangkahi santri ketika tidur sebagaimana deskripsi di atas? Jawaban: Mauquf (Tidak ditemukan nas shorih) 2. Bagaimana hukum meminggirkan santri yang tidurnya terlentang atau meluruskan tidurnya yang melungker untuk ditempati tidur seperti deskripsi di atas ? Jawaban: Dalam hal ini santri yang tidur lebih awal denga posisi tidur sesuai adatnya dianggap sudah menggunakan haknya dengan benar, sehingga tidak boleh atau haram di singkirkan atau dipindahkan dari tempatnya, karena orang yang menyingkirkan dianggap mengambil hak orang lain. Refrensi: Hasiatul Jamal, Asbah Wannadair, al-Majmu; Syarah al-Muhadzab, Raudtut thalibin, Alhawi...

Selengkapnya
Terlambat Dirujuk, Pasien Meninggal
Okt20

Terlambat Dirujuk, Pasien Meninggal

Deskripsi Masalah : Irfan dan Ima merupakan Pasutri, asal desa Kilensari Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo yang menyalahkan RSUD Dr. Abdoer Rachem Situbondo atas meninggalnya anak mereka Alfan al-Jahfal Widiyanto (2,5) Kamis (14/3). Menurut keluarga pasien, RSUD terlambat merujuk balita yang menderita kejang-kejang itu. Akibatnya, Alfan al-Jahfal Widiyanto tidak langsung di tangani dengan semestinya. Kepala tatausaha RSUD Dr. Abdoer Rachem Situbondo, Imam Hidayat membantah tuduhan itu. Menurutnya, pasien datang dalam keadaan demam yang disertai kejang-kejang. RS telah melakukan penanganan sesuai prosedur gawat darurat. Soal permintaan dirujuk, pihak RSUD sudah menghubungi mobil ambulance yang sudah siap membawa pasien ke RSUD Dr. Soebandi Jember. Namun, hal itu bisa dilakukan setelah melakukan konsolidasi dengan RS rujukan sebelum pasien dibawa. Sayangnya, pasien keburu meninggal. Pertanyaan: 1. Patutkah disalahkan pihak RSUD memandang deskripi diatas?. Jawaban : Tidak, (tidak berdosa dan tidak wajib dhoman) apabila pihak RSUD sudah memenuhi prosedur yang ada. Refrensi: الفتاوى الفقهية الكبرى, حاشية البجيرمي على شرح المنهج, التشريع الجنائي الإسلامي مقارنا بالقانون الوضعي, الموسوعة الفقهية الكويتية, فتح المعين مع إعانة , التشريع الجنائي في الإسلام , الطالبين, التشريع الجنائي في...

Selengkapnya
Permasalahan Kaligrafi Asmaul Husna
Okt15

Permasalahan Kaligrafi Asmaul Husna

Diskripsi Masalah Saya pernah berkunjung ke rumah teman saya yang kebetulan ayahnya seorang paranormal atau pegurun (madura:red), kemudian saya menemukan sebuah gambar di dinding rumahnya yang sangat mengganggu pikiran saya, pasalnya di gambar tersebut terdapat tulisan Asmaul Husna berbentuk seperti kipas dan di tengahnya terdapat nama-nama Ashabul Kafi. Dan yang membuat saya makin penasaran lagi adalah terdapat nama ”قطمير ” nama anjing dari ashabul kahfi. Setelah saya tanyakan kepada teman saya katanya gambar tersebut bisa menarik khodam berupa jin dan roh-roh gaib serta dapat digunakan sebagai jimat mendapatkan rizki. Pertanyaan : 1. Apakah benar gambar tersebut dapat menarik makhluk halus seperti jin dan semacamnya ? Jawaban : untuk yang berkaitan dengan tulisan (gambar) belum ditemukan Ulama yang mengatakan dapat menarik3 kedatangan jin. Adapun jika disertai dengan riyadhah-riyadhah lainnya maka sebagian ulama berpendapat bisa. 2. Bagaimana hukum mempercayai hal tersebut (bisa menarik khodam jin) ? Jawaban : Boleh, dengan catatan tetap mepercayai bahwa muattsir adalah Allah SWT. Refrensi: شمس المعارف , فيض القدير, السر الجليل ,تحفة المريدمجموعة ,رسائل ابن عابدين الجزء...

Selengkapnya
Pernak-Pernik 17 Agustus
Okt10

Pernak-Pernik 17 Agustus

Deskripsi Masalah 17 Agustus adalah hari kemerdekaan Indonesia. Maka tak heran, jika Masyarakat antusias untuk memeriahkan harlah kemerdekaan ini. Mulai dari perlombaan, karnaval, baris-berbaris, upacara kemerdekaan dll. Peserta pun beraneka ragam. Mulai dari kalangan Laki-laki, perempuan, tua, muda dan anak-anak semuanya ikut serta dalam memeriahkannya. Namun semua itu tidak tersirat begitu saja. Masih banyak yang perlu diperhatikan, mulai dari cara memakai kostum, menggunakan jalan, yang kadang sampai memakai seluruh badan jalan dll. Pertanyaan : 1. Bagaimana hukum melaksanakan hal-hal tersebut ? 2. Bagaimana hukum ikut serta atau mengikut sertakan anak-anak untuk hal-hal tersebut ? Jawaban : 1 dan 2 gugur karena terlalu umum 3. Bagaimana pula hukum menggunakan jalan sebagaimana deskripsi di atas? Jawaban : Khilaf , menurut pendapat yang memperbolehkan iqtha` bagi imam maka hukumnya boleh dengan catatan harus ada maslahah dan tidak ada kemungkaran. Refrensi: الأحكام السلطانية   , مغني المحتاج, حاشية البجيرمي على المنهج, نهاية المحتاج إلى شرح المنهاج, حاشيتا قليوبي وعميرة,حاشية...

Selengkapnya
Baksos Ala Calon Legeslatif (Caleg)
Okt05

Baksos Ala Calon Legeslatif (Caleg)

SETINGAN Deskripsi Masalah: Menjelang pileg atau bahkan pilpres, banyak sekali caleg yang melakukan metamorphosis dengan melakukan acara baksos [bakti social] dan cara-cara yg lain agar menarik minat masyarakat sebagai ajang pengenalan dan sosialisasi. Tapi mirisnya, acara-acara tersebut, hanyalah settingan belaka, yang sengaja dibuat demi mendongkrak citra baik si caleg. Bahkan ia rela masuk gorong-gorong, atau memakai pakaian islami, walaupun nyata-nyata caleg tersebut Non-Muslim. Dan lebih mirisnya lagi banyak orang-orang bayaran yang direkrut untuk mensukseskan acara setingan tersebut. Pertanyaan: 1. Bagaimana hukum mengadakan acara setingan? Jawaban : Tidak boleh atau haram, sebab mengandung unsur talbis (pengelabuhan terhadap masyarakat) karena hakikatnya calon tersebut tidak memenuhi syarat mnjadi pemimpin (tidak layak dipilih). 2. Apa status uang yang diterima oleh orang yang direkrut? Jawaban: Haram, karena suatu yang dikerjakan dari perkara haram maka tidak ada ujrah. Refrensi: Ihya’ Ulumuddin (Hal.285) Ihya’ Ulumuddin (Hal.278) Ianatut Thalibin (2/95) Hasiyah Bujairomi (13/389) Kifayatul Ahyar (2/160) Tuhfatul Muhtaj (24/295) Hawasyi As-Sarwani (6/137) Ianatut Thalibin (2/234) Alhawi al-kabir...

Selengkapnya
Jangan Sentuh Uang Hafidzul al-Quran
Sep06

Jangan Sentuh Uang Hafidzul al-Quran

“Kecil kecil kok sudah kaya…” itu bukan hal yang aneh. Pasalnya, ada seorang anak yang menjuarai Hafidzul Qur’an”, dan berhak memperoleh hadiah uang yang cukup banyak. Suatu saat, ketika sang ayah lagi boke’, dia menggunakan uang tersebut atas nama hutang, lantas setiap hari sang ayah membayar dengan cara membelikan susu,makanan dll. Pertanyaan : Bagaimana hukumnya penggunaan uang tersebut? Bagaimana pula hukum pembayaran hutang seperti diatas ?  Jawaban : Tidak boleh, kecuali apabila anak itu memang wajib menafkahi orangtuanya (orangtuanya Mu’sir/miskin, dan anaknya punya kekayaan yang melebihi dari kebutuhannya), maka boleh mengambil nafkah secukupnya serta tidak wajib mengembalikan. Yang tidak boleh apabila dilakukan, maka orangtuanya berkewajiban mengembalikan sejumlah barang yang diambil, dan bila ada maslahat bisa mengembalikan qimahnya atau harga asal (seperti dalam pertanyaan) dengan cara istibdal. Refrensi: إعانة الطالبين، ج 3 ص 88-89, الفقه الإسلامي وأدلته، ج 7 ص 752-753, òحاشية اعانة الطالبين، ج 4 ص 110. òالعزيز شرح الوجيز، ج 8 ص 437-438. òروضة الطالبين، ج 5 ص 271.òحاشية الجمل، ج 3 ص 349....

Selengkapnya
Chat WA dengan kami