Jangan Sentuh Uang Hafidzul al-Quran
Sep06

Jangan Sentuh Uang Hafidzul al-Quran

“Kecil kecil kok sudah kaya…” itu bukan hal yang aneh. Pasalnya, ada seorang anak yang menjuarai Hafidzul Qur’an”, dan berhak memperoleh hadiah uang yang cukup banyak. Suatu saat, ketika sang ayah lagi boke’, dia menggunakan uang tersebut atas nama hutang, lantas setiap hari sang ayah membayar dengan cara membelikan susu,makanan dll. Pertanyaan : Bagaimana hukumnya penggunaan uang tersebut? Bagaimana pula hukum pembayaran hutang seperti diatas ?  Jawaban : Tidak boleh, kecuali apabila anak itu memang wajib menafkahi orangtuanya (orangtuanya Mu’sir/miskin, dan anaknya punya kekayaan yang melebihi dari kebutuhannya), maka boleh mengambil nafkah secukupnya serta tidak wajib mengembalikan. Yang tidak boleh apabila dilakukan, maka orangtuanya berkewajiban mengembalikan sejumlah barang yang diambil, dan bila ada maslahat bisa mengembalikan qimahnya atau harga asal (seperti dalam pertanyaan) dengan cara istibdal. Refrensi: إعانة الطالبين، ج 3 ص 88-89, الفقه الإسلامي وأدلته، ج 7 ص 752-753, òحاشية اعانة الطالبين، ج 4 ص 110. òالعزيز شرح الوجيز، ج 8 ص 437-438. òروضة الطالبين، ج 5 ص 271.òحاشية الجمل، ج 3 ص 349....

Selengkapnya
Perbedaan Antar Kalangan
Sep03

Perbedaan Antar Kalangan

Disebuah desa ada beberapa masjid dari kalangan yang berbeda-beda, seperti Nahdliyin (NU), Muhammadiyah, LDII dan lain-lain. Ironisnya masing-masing kalangan enggan untuk memperhatikan masjid yang lain, kendati masjidnya berada disamping rumahnya. Keengganan tersebut seperti tidak berjamaah dan tidak mau mengikuti segala aktivitas di masjid tersebut. Bahkan untuk melaksanakan salat Jum’at mereka lebih memilih masjid dari kalangan sendiri meskipun agak jauh. Pertanyaan : Bagaimana hukum ke-engganan mereka untuk memperhatikan masjid kalangan lain ? Bagaimana hukum memilih masjid kalangan sendiri untuk salat jum’at seperi dalam permasalahan diatas? Masjid manakah yang dihukumi sah salat jum’atnya? Jawaban: Boleh, apabila untuk mempertahankan madzhabnya dan tidak ada dloror (hal yang berdampak negative) bagi madzhab atau dirinya. Boleh, bahkan wajib bila ada dloror dan mencukupi syarat ta’adudul Jum’at Sama seperti jawaban b. Refrensi: òتنقيح الفتاوي الحامدية الجزء2 صحـــ 334 حنفي : ابن عابدين,  òإسعاد الرفيق الجزء 2 صحـــ 50, الترمسى الجزء 3 صحــ 212...

Selengkapnya
Tentang Shalat Jamak dan Qosor
Sep01

Tentang Shalat Jamak dan Qosor

Ilmu merupakan sesuatu yang sangat berharga dan mahal nilainya. Sehingga dalam proses mencari ilmu tidak memandang jarak dan besarnya biaya yang dikeluarkan. Seperti halnya Baron, santri asal pulau Madura yang menuntut ilmu di Pondok Pesantren yang berada di pulau jawa. Selama di pondok ia aktif dalam forum Bahsul Masa’il sehingga pada suatu ketika ia dijadikan delegasi untuk mengikuti Bahsul Masi’il di pulau garam Madura yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Pertanyaan : Apakah boleh Baron melakukan sholat qoshor padahal jaraknya tidak mencapai masafatul qosri ketika diukur dari tempat tinggalnya? Kalau tidak boleh adakah qoul yang memperbolehkan?  Jawaban : Tafsil : Jika tidak melewati baladnya (daerah) maka boleh mengqoshor shalat. Jika melewati baladnya maka tidak boleh, namun menurut Sayyid Umar Basri boleh melakukan qoshor selama tidak ada kesengajaan melewati balad Gugur. Refrensi: òالترمسي – (ج : 3/  ص :...

Selengkapnya
Buka Puasa Ikut Azan Yang Mana?
Agu17

Buka Puasa Ikut Azan Yang Mana?

Deskripsi Masalah Parenduan adalah daerah yang terletak di tepi barat kabupaten Sumenep, kurang lebih 30 km. dari sumenep kota. Sedangkan kecamaan Guluk-guluk adalah derah yang berada di tepi barat kabupaten Sumenep, (kurang lebih 35 km. dari Semenep kota). Untuk menentukan awal waktu berbuka puasa, masyarakat Sumenep bagaian barat, sangat bervariasi. Ada yang mengikuti azan RRI di Sumenep kota, ada pula yang lebih malam sedikit dari azan tersebut, bahkan ada yang mengikuti azan yang di kumandang oleh Rodio Karimata di kota Pamekasan, di sebelah barat kabupaten Sumenep. Pertanyaan Berapa jarak lebar dan panjang suatu daerah yang diperbolekan mengikuti azan yang di kumandangkan daerah lain dalam menentukan waktu berbuka uasa atau ibadah yang lain? Dapatkah dikatakan satu waktu antara Sumenep kota dengan Sumenep bagian barat dalam menentukan awal waktu berbuka puasa atau ibadah yang lain? Jika ternyata salah dalam mngikuti azan tersebut, wajibkah mengqadai puasa yang dilakukan pada waktu tersebut? Jawaban 28,4375 km, atau sama dengan waktu 1 menit. Bisa, apabila masih dalam jarak 28,4375 km. Wajib Refrensi:  (الدُّرُوْسُ اْلفَلَكِيَّةِ، 44), (الدُّرُوْسُ الْفَلَكِيَّةِ، 73), (الفَتَاوَى الْكُبْرَى الفِقْهِيَّة عَلَى مَذْهَبِ اْلإِمَامِ الشَافِعِيِّ، 1/9), (تَفْسِيْرُ آَيَاتِ الْأَحْكَامِ،  ...

Selengkapnya
Penambahan Lafadz Takbir
Agu13

Penambahan Lafadz Takbir

Deskripsi Masalah Perbedaan keinginan membuat seseorang berbeda persepsi, yang akan berujung kepada perbedaan keyakinan. Tak terkecuali orang yang membaca takbir pada malam hari raya atau siangnya. Kadang dari mereka menambah takbir dengan permulaan surat al-Ikhlâsh. Ada pula yang menambah dengan beberapa ragam bacaan lain. Pertanyaan Bagaimana hukum membaca ayat tersebut? Jawaban Sighat takbir yang dibenarkan serta yang warid dari Nabi  adalah sebagai berikut: اَللهُ اَكْبَرُ (ثَلَاثًا) لَااِلَهَ اِلَّاللهُ هُوَ اللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ  وَلِلَّهِ الْحَمْدُ. اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَا نَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا، لَا اِلَهَ اِلَااللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَاَعَزَّجُنْدَهُ وَحَزَمَ الْاَحْزَا بَ وَحْدَهُ، لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ. Dan apabila ada penambahan seperti yang ditanyakan, maka boleh. Refrensi: (نهاية المحتاج، 2/400) , (الشرقاوي،...

Selengkapnya
Transaksi Elektronik
Agu10

Transaksi Elektronik

Deskripsi Masalah Kemajuan teknologi dan informasi telah mengantarkan pola kehidupan umat manusia ke taraf yang lebih mudah. Seseorang, misalnya, dapat melakukan jual-beli secara elektronik. Paradigma baru tersebut dikenal dengan istilah elektronical comerce, umumnya disingkat ecomerce. Kontrak elektronik adalah perjanjian semua pihak yang dibuat melalui sistem elektronik. Jadi kontrak elektronik tidak hanya dilakukan melalui internet, tetapi juga dapat melalui media fax, telegram, dan telepon. Kontrak elektronik yang menggunakan media informasi dan komunikasi terkadang mengabaikan rukun jual beli, seperti shîghat, syarat pembeli dan penjual yang harus cakap hukum. Bahkan dalam transaksi ini belum diketahui tingkat keamanan proses transaksi, identifikasi kedua belah pihak, pembayaran dan ganti rugi akibat dari kerusakan. Bahkan akad nikah pun sekarang ada yang menggunakan fasilitas telepon atau cybernet seperti yang terjadi di Arab Saudi. Pertanyaan Bagaimnana hukum transaksi via elektronik, seperti telepon, email atau cybernet dalam akad jual beli dan nikah? Mungkinkah dapat dilakukan transaksi perwakilan (wakalah) melalui SMS dari calon pengantin pria kepada seseorang yang hadir di majelis akad nikah? Jawaban Sah untuk transaksi selain akad nikah, namun harus memenuhi ketentuan syarat-syarat lain yang berlaku dalam transaksi yang dilakukan. Mungkin dan boleh serta sah, jika SMS itu dapat dipercaya dan diyakini pengirim dan isinya. Refrensi:  (الفقه الإسلامي وأدلته، 4/463), (الفوائد المختارة لسالك طريق الأخرة المستفادة من كلام الحبيب زين بن إبراهيم بن سميط، 246), (شرح الياقوت النفيس للشيخ محمد بن أحمد بن عمر الشاطري، 365), (حاشية البجيرمي على الخطيب،...

Selengkapnya