Alkohol pada Minyak Wangi
Des27

Alkohol pada Minyak Wangi

a. Deskripsi Masalah Saat ini, hampir semua parfum ada campuran alkohol. b. Pertanyaan Bagaimana hukum alkohol pada campuran parfum? c. Jawaban Najis yang di-ma’fû selama tidak melebihi kadar kebutuhannya. Perlu diketahui bahwa bila alkohol itu terbuat dari selahin anggur, maka termasuk Nabîdz. Menurut Abu Hanifah, Nabîdz itu tidak najis. d. Rujukan وَمِنْهَا-أَيْ مِنَ المْعَفْوِّ عَنْهَا-الْمَائِعَاتُ النَّجِسَةُ الَّتيِ تُضافُ إِلى الأَدَوِيَّةِ وَالرَّوَائِحِ الْعطرِيَّةِ لإِصْلاَحِهَا، فَإِنَّهُ يُعْفَى عَنِ الْقَدْرِ الَّذِيْ بِهِ اْلإِصْلاَحُ اهـ الفقه على المذاهب الأربعة (1/19)، وَهُنَاكَ قَوْلٌ بِطَهَارَةِ النَّبِيْذِ عِنْدَ الْمَذْهَبِ الْحَنَفِيِّ حَكاهُ اْلإِمَامُ النَّوَوِيُّ في (المجموع شرح المهذب, 2/654). Disadur dari buku: Santri Salaf Menjawab untuk mendapatkannya, klik tombol di bawah ini Pesan...

Selengkapnya
Kaki Palsu
Des27

Kaki Palsu

a. Deskripsi Masalah Husni mengalami kecelakaan yang menyebabkan kakinya harus diamputasi. Karena pak Husni orang kaya, dia mengganti kakinya dengan kaki palsu yang disambung dengan sisa kakinya yang terputus. b. Pertanyaan Apakah kaki semacam itu masih wajib dibasuh ketika berwudhu? c. Jawaban Kaki orang tersebut tetap wajib dibasuh apabila melekat, karena dinggap anggota badan asli. d. Rujukan لَوْ اتَّخَذَ لَهُ أُنْمُلَةً وَأَنْفًا مِنْ ذَهَبٍ أَوْ فِضَّةٍ وَجَبَ عَلَيْه غَسْلُهُ مِنْ حَدَثٍ أَصْغَرَ أَوْ أَكْبَرَ، وَمِنْ نَجَاسَةٍ غَيْرَ مَعْفُوٍّ عَنْهَا، لأَنَّهُ وَجَبَ عليه غَسْلُ مَا ظَهَرَ مِنَ الأَصَابِعِ، وَالأَنْفِ بِالْقَطْعِ، وَقَدْ تَعَذَّرَ لِلْعُذْرِ، فَصَارَتِ اْلأُنْمُلَةُ وَالأَنْفُ كَالأَصْلَيْنِ اهـ (مغني المحتاج, 1/73). Disadur dari buku: Santri Salaf Menjawab untuk mendapatkannya, klik tombol di bawah ini Pesan...

Selengkapnya
Membasuh Tangan dari Siku
Des27

Membasuh Tangan dari Siku

a. Deskripsi Masalah Kebanyakan orang ingin melakukan yang termudah dalam segala hal, termasuk ibadah yang dalam hal ini wudhu. Biasanya, ketika membasuh kedua tangan, agar lebih mudah, banyak yang memulai basuhannya dari siku. b. Pertanyaan Bagaimana hukum membasuh tangan dimulai dari siku ketika wudhu? c. Jawaban Membasuh tangan dimulai dari siku ketika berwudhu hukumnya khilâful-aulâ (menyalahi keutamaan). d. Rujukan وَالْبَدَاءَةُ فِيْ غَسْلِ الْيَدِ أَوْ الرِّجْلِ أَيْ كُلِّ يَدٍ وَرِجْلٍ بِاْلأَصَابِعِ إِنْ صَبَّ عَلىَ نَفْسِهِ، فَإِنْ صَبَّ عَلَيْهِ غَيْرُهُ بَدَأَ بِالمِرْفَقِ وَالكَعْبِ، وَهَذا مَا فِيْ (الرَّوْضَةِ, 1/63), لَكِنْ المُعْتَمَدُ مَا فِيْ (المَجْمُوْعِ,1/394) وَغَيْرِهِ مِنْ أَنَّ البَدَاءَةَ بِالأصَابِعِ مُطْلَقًا اهـ (الإقناع, 1/44), و (حاشية الشرقاوي على شرح التحرير, 1/61). Disadur dari buku: Santri Salaf Menjawab untuk mendapatkannya, klik tombol di bawah ini Pesan...

Selengkapnya
Wudhu Niat Thaharah
Des27

Wudhu Niat Thaharah

a. Deskripsi Masalah Niat termasuk salah satu rukun dalam wudhu. Dalam fikih dijelaskan, wudhu yang kita lakukan harus diniati untuk menghilangkan hadas. b. Pertanyaan Mengapa wudhu dihukumi tidak sah bila hanya diniati thahârah (bersuci) tanpa disertai ’anil-hadats (dari hadas)? c. Jawaban Sebab lafal “thahârah” masih berkemungkinan (ihtimâl) pada maksud bersuci dari hadas dan bersuci dari najis, sehingga dibutuhkan kata-kata yang definitif. d. Rujukan فَإِنْ لَمْ يَقُلْ عَنِ الحَدَثِ لَمْ يَصِحَّ عّلى الصَّحِيْحَ، كَمَا فِيْ زَوَائِدِ الرَّوْضَةِ، وَعَلَّلَهُ فِيْ الْمَجْمُوْعِ بِأَنَّ الطَّهارَةَ قَدْ تَكُوْنُ عَنْ حَدَثٍ، وَقَدْ تَكُوْنُ عَنْ خَبَثٍ، فَاعْتُبِرَ التَمْيِيْزُ اهـ (مغني المحتاج, 1/48), وكذا فِيْ (نهاية المحتاج, 1/159). Disadur dari buku: Santri Salaf Menjawab untuk mendapatkannya, klik tombol di bawah ini Pesan...

Selengkapnya
Anjing Jadi-jadian
Des26

Anjing Jadi-jadian

a. Deskripsi Masalah Sering kita mendengar ada makhluk jadi-jadian. Ada Babi Ngepet, Siluman Ular, dan lain sebagainya. b. Pertanyaan Apakah Babi Ngepet dan Anjing jadi-jadian juga dihukumi najis? c. Jawaban Tidak dihukumi najis, karena asalnya adalah suci. d. Rujukan وَلَوْ مُسِخَ الْكَلْبُ آدَمِيًّا فَيَنْبَغِيْ اسْتِصْحَابُ نَجاسَتِهِ وَلَوْ مُسِخَ الآدَمِيُّ كَلْبًا فَهُوَ عَلىَ طَهارَتِهِ اِسْتِصْحَابًا لِلأَصْلِ فِيْ الْمَسْئَلَتَيْنِ اهـ (التوشيح على ابن قاسم, 41). Disadur dari buku: Santri Salaf Menjawab untuk mendapatkannya, klik tombol di bawah ini Pesan...

Selengkapnya
Memakai Jemuran Orang Kafir
Des26

Memakai Jemuran Orang Kafir

a. Deskripsi Masalah Di Bali, mayoritas penduduknya beragama Hindu, dan sedikit yang beragama Islam. Pada suatu hari orang Islam menggunkan tempat jemuran orang Hindu. b. Pertanyaan Najiskah baju orang Islam tersebut? c. Jawaban Baju orang Islam tersebut tidak najis karena mengikuti asal (kesucian)-nya. d. Rujukan قَاعِدَةٌ مُهِمَّةٌ: وَهِيَ أَنَّ مَا أَصْلَهُ الطَّهارَةُ، وَغَلَبَ عَلىَ الظَّنِّ تَنَجُّسُهُ لِغَلَبَةِ النَّجاسَةِ فِيْ مِثْلِهِ فِيْهِ قَوْلانِ مَعْرُوْفَانِ بِقَوْلَيِ الأَصْلِ وَالظَّاهِرِ أَوْ الغَالِبِ، أَرْجَحُهُمَا أَنَّهُ طَاهِرٌ، عَمَلا بِالأَصْلِ المُتَيَقَّنِ، لأَنَّهُ أَضْبَطُ مِنَ الغَالِبِ المُخْتَلِفِ بِالأحْوَالِ وَالأزْمَانِ، وَذَلِكَ كَثِيَابِ خَمَّارٍ وَحَائِضٍ وَصِبْيَانٍ وَأَوَانِي مُتَدَيِّنِيْنَ بِالنَّجاسَةِ اهـ (فتح المعين هامش إعانة الطالبين, 1/104). Disadur dari buku: Santri Salaf Menjawab untuk mendapatkannya, klik tombol di bawah ini Pesan...

Selengkapnya