Kholili Hasib; Isu ISIS Menjadi Alat Syiah Menggebuki Ahlussunnah

share to
DSC01260 (FILEminimizer)

Ratusan Murid MMU Aliyah Memadati Ruang Auditorium Kantor Sekretariat PPS Lt. III

Selasa (4/11) Organisasi Murid Intra Madrasah (OMIM) Madrasah Miftahul Ulum tingkat Aliyah Pondok Pesantren Sidogiri menyelenggarakan diskusi panel perdana tahun pelajaran 1435/1436 H dengan tema, ”Ngobrol ISIS Bareng Wakil Sekjen MIUMI”.

Acara yang diletakkan di Aula Kantor Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri ini dihadiri oleh segenap murid MMU Aliyah. Dalam hal ini Sekjen Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Kholili Hasib, S.Pd, M.Ud hadir sebagai narasumber utama dan Pimred Buletin Sidogiri, Ust. Alil Wafa sebagai moderator.

Dalam presentasinya, Kholili menuturkan, “ISIS merupakan salah satu milisi yang berada di Irak untuk melawan penjajah AS dan tentara Syiah dan di Suriah melawan pemerintah Bashar Asad yang beraliran Syiah Nusairiyah. Di Irak dan Suriah banyak milisi yang melawan pemerintah zalim. Bedanya, ISIS bercita-cita menegakkan kekhilafahan,” jelasnya.

“Persatuan Ulama Internasional yang dipimpin oleh Syaikh Yusuf Qaradhawi menilai bahwa baiat terhadap Abu Bakar al-Baghdadi tidak sah karena belum memenuhi syarat khilafah ala manhajin nubuwah,” lanjutnya. Beliau juga menjelaskan bahwa ISIS telah menjadi alat kaum Syiah untuk menggebuki Ahlusunnah.

“Jalaluddin Rahmat, Ketua Dewan Suro Ikatan Ahlul Bait Indonesia (IJABI), menuding bahwa akar masalah konflik di Indonesia adalah umat Islam Ahlusunnah yang anti terhadap Syiah. Bahkan ia juga menuding MUI, sejumlah parpol, dan ormas Islam membantu ISIS untuk menghancurkan Syiah. Syiah ingin menggiring isu bahwa kelompok mana saja yang ingin menolak atau memerangi Syiah adalah pendukung ISIS. Ini cap yang ngawur. Tuduhan syiah harus diluruskan. Meski ISIS di Suriah perang dengan Syiah, tapi bukan berarti yang anti Syiah adalah ISIS,” tegasnya di hadapan ratusan santri.

Di akhir presentasinya beliau berharap pemerintah perlu menanggulangi keberadaan ISIS dengan cermat, jangan sampai gegabah atau membuat generalisasi tanpa landasan. Dan aparat harus paham mengenai bendera yang digunakan oleh ISIS sebab logo tersebut merupakan logo dari Nabi Muhammad SAW. Sangat mungkin ada Muslim yang menggunakan logo tersebut, namun bukan anggota ISIS. Itu simbol Islam bukan semata punya ISIS. Dan jika aparat tidak cermat, sangat mungkin terjadi salah tangkap.

__________________
Penulis: Akbar Junaedi
Editor   : Zainuddin Rusdy

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *