Gitu Aja Kok Repot!

share to

Kehidupan penuh dengan beberapa problematika dan masalah. Setiap masalah memang harus ditangani dengan baik, agar masalah kita bisa terselesaikan dengan baik.

Sebagian manusia kadang mengatasi masalah dengan masalah, sehingga masalahnya  akan bertambah banyak. Secara logika saja 1+1=2 bukan 0. Kalau kita menganalisa negeri kita, banyak orang yang mengatasi masalah dengan masalah, padahal masalah apabila di atasi dengan masalah maka akan bertambah banyak. sebagai mana 1+1=2.

Dikalangan pesantren, kita sebelum melakukan suatu tindakan diharuskan berpikir dengan matang terlebih dahulu. Karena tindakan kita sama persis dengan seperti senapan AK 27, sebelum kita menembakkannya kita harus membidiknya terlebih dahulu, sebelum itu semua kita harus tahu caranya menggunakan senapan AK 27. Mulai dari memasang peluru, hinga teknik menembak/melontarkan peluru. Hal itu sama persis seperti mengatasi permasalahan, mengatasi permasalahan juga membutuhkan beberapa tahap tersebut.

Tahap pertama, kita harus tahu asal-usul masalahnya, kita harus menganalisa seluk beluk dan sepak terjangnya terlebih dahulu. Sebagai mana kita hendak menembak seseorang dengan senapan AK 27. Kita harus tahu teknik penggunaannya dan ciri-ciri obyek sasaran kita dengan sangat detail, seandainya kita salah sasaran maka akan menambah masalah bukan malah menguranginya. Sama seperti kita apabila hendak mengatasi suatu masalah, apabila kita mengatasi suatu masalah akan tetapi belum mengetahui masalah itu secara detail maka akan bertambah masalahnya.

Tahap kedua, Kita harus berpikir terlebih dahulu, kita harus pertimbangkan sisi positif dan negatifnya tindakan tersebut sebelum kita melakukan tindakan tersebut. Sebagai mana apabila kita menggunakan senapan AK 27. Sebelum kita melakukan tembakan, kita harus membidik obyek sasaran kita dengan sangat cermat. Kita juga mempertimbangkan peristiwa setelah meluncurnya peluru dari senapan tersebut. Hal itu sama seperti apabila kita ingin melakukan suatu tindakan. Kita harus mempertimbangkan apa yang terjadi setelah kita melakukan sebuah tindakan tersebut.

Tahap terakhir, mengantisipasi semaxsimal mungkin, sehingga kita akan mendapatkan hasil yang juga maksimal. Sama seperti kita apabila menggunakan senapan AK 27, walaupun kita sudah tahu cara menggunakannya dan membidiknya dengan sangat cermat akan tetapi kita melakukan tembakan tersebut dengan sembarangan maka usaha dari dari sebelumnya baik tahap pertama dan kedua akan sia-sia sia-sia.

Ketiga tahap inilah yang harus kita pegang apabila kita ingin menindak lanjuti masalah-masalah yang ada. Kita harus menyikapinya dengan tenang, jangan terburu-buru. Karena apabila kita terburu-buru melakukan tindakan, maka bukan malah masalahnya berkurang akan tetapi masalahnya akan bertambah besar.

Itulah yang menyebabkan bangsa Indonesia disebut bangsa kagetan. Karena bagsa indonesia tidak bisa sabar untuk menyikapi suatu masalah dengan melakukan tiga tahap tersebut. Bangsa Indonesia selalu terbawa arus bagaikan kayu yang dilanda ombak. Bangsa Indonesia selalu langsung bersuara pada setiap masalah sebelum meneliti asal-usulnya terlebih dahulu.

Maka dari itu, kita harus merubah kebiasaan itu, kita harus tenang tidak terburu-buru menyikapi suatu persoalan, agar masalah kita tertangani dengan baik.

Oleh: Abdullah al-Kaukaby

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net