Hukum Menyembelih Qurban Setelah Hari Tasyrik

share to

Deskripsi Masalah

Sebagaimana maklum ‘talabbus bil ibadah al-fasidah’ hukumnya haram. Namun terkadang kita masih kebingungan dalam menerapkannya pada masalah tertentu. Contoh, Pak Budi punya maksud menyembelih qurban sunnah. Akan tetapi karena ketidaktahuannya, ia menyembelih hewan kurbannya setalah selesainya hari tasyriq. Pak Budi tidak mengerti bahwa jika hari tasyriq selesai, maka selesai pula waktu udlhiyah. Yang jelas Pak Budi ketika menyembelih berniat melaksanakan qurban sunah.

Pertanyaan:

Bagaimanakah hukum Pak Budi menyembelih sebagaimana deskripsi di atas?

Apakah yang dilakukan Pak Budi tergolong ‘talabbus bil ibadah al-fasidah’?

Jawaban:

Penyembelihan yang dilakukan hukumnya tidak sah sebagai qurban melainkan beralih menjadi sedekah sunah (syat lahm).

Tidak termasuk melakukan ibadah fasidah yang diharamkan.

Catatan: 1) Melakukan ibadah fasidah diharamkan apabila tahu dan disengaja. 2) Jika berupa qurban wajib maka tetap wajib disembelih menjadi qurban qadha’

Rujukan:

  1. Raudah at-Thalibin, Juz III, hal, 219.
  2. Syarh al-Wajiz, Juz VIII, hal, 90.
  3. Tahfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj, Juz XIV, hal, 375.

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Chat WA dengan kami