Khatib dan Bilal Jumat

share to

Deskripsi masalah
Khutbah Jumat adalah salah satu sarana yang dinilai sangat jitu sebagai media dakwah. Hal itu memang sangat beralasan karena terkadang berhalangan untuk mendatangi majelis-majelis taklim yang dinilai bukan merupakan ibadah fardlu. Oleh karena itu, khatib memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan pesan-pesan religiusnya. Sebab, secara tidak langsung, jamaah Jumat pasti mendengarkan khutbah tersebut. Namun dewasa ini, ada beberapa tuntunan yang perlu diteliti dengan seksama terkait masalah tata cara khutbah Jumat tersebut. Di suatu daerah, ada seorang khatib yang secara lantang mengucapkan salam setelah menyampaikan khutbah Jumat, atau seorang bilal Jumat mengucapkan salam di permulaannya. Entah, ini keterangan dari kitab-kitab salaf, turun-temurun atau malah karangan sendiri. Yang jelas, hal itu perlu kita rumuskan bersama.

Sail; PP. Al-Falah, Ploso

Pertanyaan:
a. Bagaimana hukum seorang khatib mengucapkan salam di akhir khutbahnya?
Jawaban :
Mengucapkan salam setelah khutbah tidak disunahkan bahkan tergolong bid’ah jika yang dikehendaki adalah salam yang disyariatkan dari syari’, sedangkan jika yang dikehendaki dengan salam itu doa maka diperbolehkan karena termasuk kalam bi khoirin.

Refrensi:

فيض القدير ) 1 / 305), (شرح المقدمة الحضرمية المسمى بشرى الكريم بشرح مسائل التعليم )ص: 395), بغية المسترشدين )ص: 74)

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Chat WA dengan kami