Syekh Nour Al – Din bin Sa’d Al – Din Al – Murad ; Jangan Biarkan Waktu Berlalu Sia-Sia

share to

Keterangan Gambar: Syekh Nour Al – Din dari al-Jumhūriyyaħ al-Arabiyyaħ as-Sūriyyaħ (Suriah) putra dari Sa’d Al – Din Al – Murad  disambut baik oleh pengasuh dan Majlis Keluarga Sidogiri, dikediaman beliau.

Selasa [05/03] Pondok Pesantren Sidogiri kedatangan tamu kehormatan Syekh Nour Al – Din dari al-Jumhūriyyaħ al-Arabiyyaħ as-Sūriyyaħ (Suriah). Beliau adalah putra dari Sa’d Al – Din Al – Murad guru daripada Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri. Kedatangan beliau disambut baik oleh pengasuh dan Majlis Keluarga Sidogiri.

Dalam kunjungan ini, Syekh Nour Al – Din diberikan kesempatan untuk tausiyah dihadapan para asatidz dan Santri Sidogiri. Menurut beliau, santri adalah orang yang paling beruntung karena bisa belajar ilmu agama (Syariat), karena hal tersebut sudah tidak bisa diragukan lagi keutamaannya. Orang yang memiliki ilmu syari’at yang dibawa oleh Rasulullah SAW yang paling berhak untuk dinaikkan derajatnya oleh Allah SWT.

“Kita bisa mengambil pelajaran dari kisah Nabi Adam As. Allah SWT memerintahkan semua penduduk langit; Malaikat, iblis, jin untuk bersujud pada Nabi Adam. Bukan karena Nabi Adam makhluk yang luar biasa. Tetapi karena Nabi Adam memiliki ilmu yang tidak dimiliki makhluk lainnya,” Kata Syekh Nour Al – Din.

Selanjutnya, beliau bertutur tentang keutamaan bagi penuntut ilmu. Orang yang menuntut ilmu syariat akan dimudahkan jalannya menuju Surga, dimohonkan ampun oleh penduduk langit dan bumi, serta dinaungi oleh sayap-sayap para Malaikat.

“Sesungguhnya para Malaikat membentangkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha atas apa yang mereka lakukan,” Tuturnya, mengutip hadis shahih yang diriwayatkan Abu Dawud.
Ilmu adalah paling utamanya dzikir dan paling utamanya jihad. Maka dari itu kita harus bersyukur kepada Allah Karena kita dipilih sebagai penuntut ilmu yang dibina dengan kitab dan hadis nabi. Dengan ilmu kita akan lebih bertaqwa, sedangkan taqwa akan mendorong kita untuk cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

“Mengapa pondasi utama kita takwa. Karena hal tersebut merupakan pondasi paling mendasar yang sudah diperintah langsung dari Allah SWT. Semoga kita menjadi orang ikhlas bisa mengamalkan ilmu kita,” harapan beliau yang di amini oleh asatidz dan santri.

Beliau juga berwasiat kepada seluruh santri agar memperhatikan etika sebagai seorang penuntut ilmu. Seorang penuntut ilmu tidak akan berbuah (tidak bermanfaat) apabila tidak memiliki akhlak. Hati seorang penuntut ilmu harus bersih, dengan mengisinya dengan perkara yang bagus.

“Kita harus mencari bagaiamana mendapatkan nur, dengan hati yang bersih, tanda orang itu dekat dengan Allah pasti memiliki akhlak yang bagus. Sering-seringlah berkumpul dengan orang saleh. Jika kita tidak bisa belajar dengan mereka, minimal kita bisa menirukan kebaikan mereka,” wasiat Syekh Nour Al – Din.

“Ingat. Gunakan kesempatan ini untuk mencari ilmu. Jangan sampai waktu berjalan tanpa tidak ada gunanya. Amalkan, sabar, bagi waktu, sampai kita menjadi ulama (alim) yang bisa mengamalkan ilmunya,” lanjutnya

Acara diakhiri dengan doa langsung dari Syekh Nour Al – Din bin Sa’d Al – Din Al – Murad dari Suriah.

=====
Penulis: M. Afifur Rohman
Editor: Ahmad Rizqon

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Chat WA dengan kami