Wakil Ketua Umum

Darul Aitam Sidogiri

Darul Aitam Sidogiri (DAS) Surabaya adalah lembaga pendidikan khusus anak yatim berbasis pesantren yang didirikan atas inisiatif alumni Pondok Pesantren Sidogiri di Surabaya. Lembaga ini berada di bawah naungan Pondok Pesantren Sidogiri melalui jalur koordinasi Wakil Ketua Umum Pondok Pesantren Sidogiri. Semua kebutuhan hidup dan biaya pendidikan anak yatim di DAS Surabaya ditanggung sepenuhnya oleh DAS Surabaya atas kerja sama dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sidogiri cabang Surabaya.

Visi

  • Mencetak santri sebagai ibâdillâhish-shâlihîn.

Misi

  • Mewujudkan santri mampu memahami Kitab Kuning(al-Kutubut-Turâts)
  • Mewujudkan santri disiplin dalam beribadah dan berakhlak mulia
  • Mewujudkan perilaku yang mandiri dan terampil
  • Menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi anak yatim

Kegiatan dan Program Pendidikan

DAS Surabaya merupakan miniatur Pondok Pesantren Sidogiri. Pendidikan di pesantren yang mengasuh puluhan anak yatim ini diadaptasikan dari Pondok Pesantren Sidogiri baik kurikulum, metode, hingga warna hijau gedung-gedungnya.

Mengajar (KBM) di DAS Surabaya terbagi pada dua sektor, yakni madrasiyah (sekolah) dan ma’hadiyah (pesantren). Selain itu, terdapat pula pendidikan ekstrakulikuler sebagai penunjang pengetahuan dan keterampilan santri.

Jadwal  Aktivitas
Darul Aitam Sidogiri Surabaya
A. Jadwal  Takrar Bakda Subuh   E. Jadwal kegiatan  malam (setelah jam belajar)
No Hari Kegiatan No Malam Kegiatan
1 Sabtu Saraf Istilahi 1 Sabtu Istighatsah
2 Ahad Aqidatul-Awam 2 Ahad Burdah (Sesi I)
3 Senin Saraf Lughawi 3 Senin Seni budaya santri
4 Selasa Lagu-Lagu Islami 4 Selasa Ekstrakurikuler
5 Rabu Lagu-Lagu I’dadiyah 5 Rabu Burdah (Sesi II)
6 Kamis Bahasa Arab Kelas I 6 Kamis Istighatsah
7 Jum’at Olah raga & kerja bakti kamar* 7 Jum’at Pembacaan selawat Diba’iyah
B. Jadwal Kegiatan Pagi   F. Jadwal Kegiatan Malam Senin
No Hari Kegiatan   No Malam Kegiatan
 
1 Sabtu I Penerangan & Penyadaran 1 Selasa II & IV Diklat (Pendidikan Salat)
Sabtu II Pembacaan selawat Diba’iyah 2 Selasa I & III Pembacaan Selawat & Penerangan
Sabtu III Penyegaran Undang-Undang     *malam Selasa I penerangan
Sabtu IV Pembacaan selawat Simtud- Durâr     *malam Selasa III penyegaran tatib
2 Ahad Hafalan Juz 30
3 Senin Jam Belajar/DAS 01 & 02 Olahraga G. Jadwal Ekstrakurikuler
4 Selasa Takrar al-Quran Juz 30 No Hari Kegiatan
5 Rabu Jam Belajar/DAS 03 & 04 Olahraga
6 Kamis Pengajian al-Quran 1 Sabtu & Selasa Kursus hadrah al-Manduri
7 8 Jumat Olahraga 2 Senin Kursus hadrah al-Banjari
Jumat Legi Ziarah sunan ampel 3 Malam sabtu Kursus Ruddad
4 Jumat Kursus Tahsinul-Khat
Ket;
C. Jadwal kegiatan sebelum dhuha Khusus malam Jumat bakda Magrib diisi pembacaan
No Hari Kegiatan Surah Yasin dan Tahlil DAS-DKS di surau DAS
1 Sabtu Pembacaan surah al-Mulk Ket:
2 Ahad Pembacaan surah ad-Dukhân
3 Senin Pembacaan surah Yasîn
4 Selasa Pembacaan surah al-Wâqiah * Kegiatan Madrasiyah yang sifatnya tetap:
5 Rabu Pembacaan surah as-Sajadah > Sekolah (mulai pukul 07:00 s/d 11:55 WIB)
6 Kamis Pembacaan surah al-Insân & al-Buruj > Musyawaroh kelas (15:30 s/d 16:30 WIB)
7 Jum’at Pembacaan surah al-Wâqiah   * Kegiatan tahunan:
      > Peringatan Hari Besar Islam
D. Jadwal Kegiatan Sore (Sebelum Maghrib) > Milad
No Hari Kegiatan > Sowan Masyayikh Sidogiri
1 Sabtu Pengajian al-Quran bit-Tartâl
2 Ahad Qiraatul-Quran Munfaridan
3 Senin Kursus selawat Dibâiyah
4 Selasa Hafalan doa-doa
5 Rabu Takrar hafalan
6 Kamis Pembacaan Râtibul-Haddâd
7 Jum’at Pembacaan surah Munjiat

            Sebagaimana umumnya pesantren, secara umum Kegiatan Belajar-Mengajar (KBM) di DAS Surabaya terbagi pada dua sektor, yakni madrasiyah (sekolah) dan ma’hadiyah (pesantren). Selain itu, terdapat pula pendidikan ekstrakulikuler sebagai penunjang pengetahuan dan keterampilan santri. Penjelasan lebih lanjut sebagaimana berikut:

  1. Pendidikan Madrasiyah

Pendidikan Madrasiyah adalah program pendidikan yang diselenggarakan secara klasikal di kelas-kelas di Madrasah Miftahul Ulum (MMU) yang ada di lingkungan DAS Surabaya sendiri. Di madrasah, para santri diajari berbagai macam ilmu agama semisal Fikih, Nahwu, Tajwid dan lain sebagainya. Di ruang-ruang kelas mereka dididik agar memiliki pemahaman akan syariat islam melalui kitab-kitab turâst yang kemudian akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Selain itu, santri juga diberi pendidikan wajardikdas sebagai bekal pelengkap pengetahuan mereka.

Setelah mencapai usia balig, mereka kemudian mendapatkan pendidikan purna asuh di Darul Khidmah Sidogiri (DKS), di samping juga ada yang memilih melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Sidogiri dengan biaya hidup dan pendidikan ditanggung oleh Pondok Pesantren Sidogiri melalui LAZ Sidogiri.

  • Pendidikan Ma’hadiyah

Dalam hal menangani kehidupan anak-anak yatim, peran DAS Surabaya tidak banyak memiliki perbedaan dengan panti asuhan pada umumnya. Bedanya, DAS Surabaya juga bertugas membimbing mereka menjadi generasi ibâdillâhish-shâlihîn. Karenanya, selain program pendidikan di madrasah, DAS Surabaya juga memiliki program pendidikan yang mengarah pada pengajaran dan pengembangan ajaran agama Islam (ditangani oleh bagian taklimiyah) serta program peribadatan (ditangani oleh bagian ubudiyah). Program ini kemudian disebut dengan pendidikan Ma’hadiyah.

Pendidikan Ma’hadiyah adalah program pendidikan yang lebih fokus mengarah pada aspek pengamalan ilmu. Program ini dilaksanakan di Daerah (asrama santri) di luar kegiatan madrasah. Di Daerah, santri dibimbing dalam pengamalan ilmu yang mereka dapat di madrasah; melalui pengurus Bagian Ubudiyah santri dibiasakan istikamah mengerjakan berbagai amaliyah ibadah seperti salat jemaah, zikir, membaca al-Quran, membaca selawat, dan berbagai macam kegiatan Ubudiyah lainnya; melalui pengurus Bagian Taklimiyah, santri diajari pengetahuan tambahan mengenai Kitab Kuning melalui kursus al-Miftah lil-Ulum, pembelajaran membaca al-Quran dengan Metode Qurani Sidogiri (MQS).

  • Kegiatan Ekstrakurikuler.

Untuk lebih menunjang kemapuan dan keterampilan santri, DAS Surabaya juga menyelenggarakan kegiatan ekstrakulikuler seperti kaligrafi, kesenian hadrah al-Banjari dan al-Manduri, dan jamiyyatul-muballighîn (kursus pidato).

Program andalan DAS Surabaya adalah tahfidz al-Quran Juz 30 dan metode baca kitab al-Miftah lil-Ulum. Pencapaian santri DAS dalam program hafalan al-Quran dan al-Miftah cukup baik. Sebagian santri yang kebanyakan di bawah usia 12 tahun, telah hafal al-Quran juz 30 dan mampu membaca Kitab Kuning dengan baik. Sebuah hasil yang membanggakan mengingat kegiatan mereka yang begitu padat.

Seiring perjalanan waktu, beberapa prestasi telah diraih santri DAS Surabaya dalam beberapa perlombaan antar yayasan dan pesantren se-surabaya, di antaranya, lomba Qiraatul-Quran, lomba selawat, pidatodan lainsebagainya. Tidak hanya itu, santri DAS Surabaya yang dikirim untuk belajar di Pondok Pesantren Sidogiri juga sering menorehkan prestasi gemilang.

Namun demikian, prestasi-prestasi yang diraih, baik akademis maupun non-akademis, bukanlah prioritas utama pengurus Pesantren dalam mendidik santri. Yang terpenting bagi pengurus adalah sebisa mungkin menjauhkan pengaruh buruk lingkungan bagi anak didik mereka, serta pengertian dan pengamalan ilmu agama dangan baik. Sehingga kelak mereka bisa menjaga diri dan menjadi orang yang berguna di masyarakat. []

Kilas balik

DAS Surabaya didirikan atas inisiatif alumni dan simpatisan Pondok Pesantren Sidogiri wilayah Surabaya yang merasa prihatin terhadap nasib anak-anak yatim Surabaya yang terlunta-lunta. Kebanyakan dari mereka menghabiskan waktu di jalanan kota sebagai pengamen atau gelandangan. Tidak seperti anak-anak kebanyakan, mereka tidak bisa menikmati indahnya suasana belajar di bangku sekolah karena keterbatasan ekonomi.

Setelah melalui pertimbangan dan proses diskusi yang cukup panjang, maka pada tahun 1414 H./1994 M. anggota IASS wilayah Surabaya sepakat mendirikan lembaga pendidikan di Jl. Bonowati I/25 kelurahan Simolawang Kecamatan Simokerto Surabaya Jawa Timur dan diresmikan oleh Penasehat Majelis Keluarga waktu itu, al-maghfurlah KH. Hasani Nawawie. Lembaga tersebut kemudian diberi nama Darul Aitam Sidogiri.

Semenjak berdiri hingga tahun 1417 H, manajemen pendidikan dan kepengurusan DAS Surabaya ditangani oleh anggota IASS wilayah Surabaya. Namun kemudian pada tahun 1418 H, DAS Surabaya seluruh tanggung jawab kepengurusannya secara resmi diserahkan kepada Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri dan berada di bawah Koordinasi Ketua II Pondok Pesantren Sidogiri. Pada saat Pondok Pesantren Sidogiri mendirikan Yayasan Bina Saadah Sidogiri (YBSS) pada 1426 H, pengelolaan DAS Surabaya dialihkan kepada YBSS yang berada di bawah koordinasi Sekretaris Umum PPS. Selanjutnya, pada tahun 1431 H, DAS Surabaya berada di bawah koordinasi Wakil Ketua Umum Pondok Pesantren Sidogiri.

Dalam perjalannya, penanganan DAS Surabaya kemudian juga melibatkan santri aktif Pondok Pesantren Sidogiri yang dikirim bertugas selama 2 tahun, sesuai jabatan Pengurus Pleno Pondok Pesantren Sidogiri. Di samping juga tetap melibatkan alumni di wilayah Surabaya.

Dan pada tahun 1429 H, DAS Surabaya juga menampung santri yatim yang sudah balig (purna yatim). Namun seiring dibangunnya Darul Khidmah Sidogiri (DKS) Surabaya, santri-santri purna yatim dialihkan ke lembaga yang lokasinya bersebelahan itu.

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *