Sidogiri, Rabu (16/04), Lembaga Pengajaran Bahasa Arab dan Asing (LPBAA) menggelar acara muhadharah ilmiyah. Acara yang berlangsung di Halaman Daerah Arab ini, dihadiri oleh Syekh Ahmad Muhammad Ali at-Thuraifi, asal Sudan. Pengurus LPBAA mewajibkan segenap murid mustawa kelas lanjutan untuk hadir sebagai peserta muhadharah.
Dalam penyampaiannya, staf pengajar Pondok Pesantren Dalwa ini menekankan urgensi ilmu pada masa kini. Ia menjelaskan bahwa ilmu adalah anugerah terindah yang hanya Allah berikan kepada mereka yang berjuang keras untuk meraihnya.
“Mereka yang berhasil memperoleh ilmu, telah dianggap sukses dunia akhirat. Karena ilmu akan selalu menjadi penolong bagi pemiliknya,” jelas pengajar ilmu Nahwu dan Balaghah tersebut.
Selain itu, Syekh Ali juga menceritakan kisah Imam Kholil bin Ahmad al-Farahidi. Sang Imam merupakan kekasih Allah yang istimewa. Ia dianugerahi derajat yang tinggi sebagai penemu ilmu ‘Arudh dan Qafiyah. Derajat ini, Allah berikan sebab kesungguhan dan keseriusan yang telah sang imam kerahkan dalam pengembaraan ilmunya.
Pengajar kelas Aly Pondok Pesantren Dalwa tersebut juga memotivasi para peserta muhadharah agar tetap semangat dalam mempelajari bahasa Arab. Ia menuturkan bahwa bahasa Arab merupakan kunci untuk memahami khazanah Islam.
“Orang yang tidak memahami bahasa Arab, tidak akan pernah bisa memahami keilmuan Islam,” pungkasnya.












