‘IBADAH’ NGOPI

share to

Entah ada apa sebenarnya di balik minuman yang digandrungi banyak penikmat: kopi. Perjalanannya kini sudah meluas keseluruh penjajahan dunia. Tak ada pemasaran sebelumnya agar kopi tersebar dan dinikmati oleh seluruh orang. Hanya, di balik hal itu yang pasti adalah terdapat ‘sesuatu yang luar biasa’ di balik biji kopi. ‘sesuatu luar biasa ’ yang mempertahankan keberadaan kopi hinggi kini.

Konon, suatu ketika disalah satu daerah terdapat seorang pengelana. Dalam perjalanannya dia merasakan letih luar biasa dan rasa kantuk yang tak tertahankan. Dia terus berjalan dengan sisa-sisa tenaga yang masih dia miliki. Tiba di sebuah tempat, dia mengkonsumsi beberapa butir biji yang dia temukan. Biji yang telah mengembalikan daya tahan tubuhnya dan mengusir rasa kantuk yang tadinya amat sangat dia rasakan. Dan terlebih lagi, biji itu ampuh bukan hanya menghilangkan rasa kantuk, tapi juga menguatkan kelopak mata untuk terus terbuka. Terlebih di malam hari. Dan katanya biji itu adalah biji kopi.!

Beragam catatan historis mengenai latar belakang kemunculan kopi. Tapi, kopi ada hingga kini hampir pasti dengan satu alasan yang sama: kelezatan rasa dan aroma surga.! Tak aneh jika kopi terkadang ada untuk mendampangi salah seorang sufi beribadah. Tak aneh, jika seorang raja menemukan jalan keluar suatu urusan setelah menyeruput kopi. Tak aneh jika kopi terkadang menjadi pengantar imaji-imaji indah terhadap seorang penyair. Dan tak aneh, jika kopi biji surga yang tersesat di bumi.!

Adalah wajar jika pada tahun 1668 M Bir tergantikan oleh kopi sebagai minuman terfavorit di New York. Nilai lebih dibalik biji kopi sudah terbukti beberapa abad yang silam. sebab, jikalau tuak membuatmu tertagih untuk lupa. Kopi akan menolongmu siuman dari banyak dosa. Karna, ngopi adalah ‘ibadah’ yang mudah dilaksanakan.

Ngopi, ‘ibadah’ indah untuk merenungi semua kesalahan. ‘Ibadah’ indah untuk menyadari banyaknya kekurangan. Dan ‘ibadah’ indah untuk mendekat pada tuhan.
Sebab, jika gandum penyelamat rombongan nabi nuh saat banjir bandang, kopi hadir sebagai warisan nabi yang menyadarkan umatnya dari sikap lalai.! Karna, kopi; pahit seperti hidup yang kalah. nikmat seperti sakit nan tabah.

====

BEMO/HIMMAH

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *