Musabaqah Antar Murid Madrasah (Musamma) kembali digelar sebagai ajang tahunan yang diinisiasi oleh Urusan Tugas Mengajar–Tugas Belajar (TMTB) dan Dai. Kegiatan ini bukan sekadar arena kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat komunikasi, silaturahmi, serta kolaborasi antar lembaga penerima guru tugas di bawah naungan Pondok Pesantren Sidogiri.
Gelaran Musamma secara bergilir berlangsung sejak bulan Jumadal Ula hingga Jumadats Tsani, dengan pelaksanaan yang dikoordinasi langsung oleh Koordinator Wilayah TMTB dan Dai. Tahun ini, kompetisi tersebut diselenggarakan di 16 wilayah, mencakup sejumlah kabupaten di Jawa Timur, Pulau Bawean, Bali, hingga Kalimantan Barat, sesuai perluasan jaringan dan antusiasme lembaga yang semakin tinggi.
Baca juga: Bincang Akidah ACS: Menyatukan Agama dan Negara dalam Satu Visi
Baca juga: Seminar Jurusan Tafsir Hadits: Gus Idris Kupas Tuntas Porsi Ilmiah Hadits Dhaif
Pada Musamma tahun ini, panitia menyelenggarakan delapan cabang perlombaan yang disusun untuk menguji kemampuan para peserta secara komprehensif. Dua di antaranya adalah Qira’ah al-Qur’an dan Baca Kitab, yang menekankan ketelitian membaca, penguasaan kaidah, serta pemahaman terhadap teks-teks turats. Keduanya menjadi ajang yang menuntut konsentrasi tinggi sekaligus kedalaman ilmu.
Cabang hafalan juga mendapat perhatian besar melalui Muhafadzah Alfiyah dan Muhafadzah Aqidatul Awam. Kedua lomba ini dirancang untuk menguji kekuatan ingatan, ketepatan penyebutan bait atau matan, serta pemahaman peserta terhadap materi yang mereka hafal. Dengan begitu, hafalan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga bentuk tanggung jawab ilmiah yang diuji secara terbuka.
Selain itu, kemampuan berbahasa dan praktik ibadah turut dipertandingkan melalui Lomba Merangkai Kalimat, Menulis Arab, dan Praktik Shalat, yang menilai ketepatan tata bahasa, kerapian tulisan, serta ketuntasan pelaksanaan ibadah. Kompetisi Cerdas Cermat melengkapi rangkaian ini sebagai wadah untuk mengukur kecepatan berpikir dan keluasan wawasan para peserta. Dengan ragam cabang yang berimbang, Musamma tahun ini benar-benar menjadi ajang pengembangan kemampuan santri secara menyeluruh.
Berkat program penyeragaman kurikulum antar lembaga, para peserta tidak mengalami kesulitan berarti dalam menghadapi materi perlombaan, karena seluruhnya telah dipelajari secara sistematis di madrasah masing-masing.

Hingga berita ini diturunkan, enam wilayah telah sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musamma, yaitu:
- Pasuruan, Sabtu, 08 November 2025 ditempatkan di Madrasah Ihya’ul Islamiyah Dandanggendis, Nguling.
- Probolinggo, Ahad, 09 November 2025 – Madrasah Miftahul Huda Kramatagung, Bantaran.
- Jember, Ahad, 09 November 2025 – Madrasah Al-Kautsar, Kemuningsari Lor, Panti
- Bawean, Sabtu, 15 November 2025 – PP. Sidomulyo Batusendi, Sangkapura
- Bondowoso, Ahad, 16 November 2025 – Madrasah Miftahul Ulum I, Jebung Kidul, Tlogosari
- Situbondo, Ahad, 16 November 2025 – PP. Misbahul Hidayah, Sungai Malang, Suboh
Para pemenang di setiap cabang diganjar sejumlah hadiah menarik berupa piala, kitab, dan voucher umrah persembahan dari Travel 1455. Sementara itu, lembaga yang meraih predikat juara umum berhak membawa pulang dana pendidikan sebesar dua juta rupiah yang telah disiapkan oleh Urusan TMTB dan Dai.
Wakil V Urusan TMTB dan Dai, Ust. M. Faiz Utsman, menegaskan bahwa Musamma merupakan program yang harus terus diselenggarakan. Menurutnya, Musamma tidak hanya menjadi sarana pemersatu lembaga penerima guru tugas, tetapi juga wahana untuk menumbuhkan semangat belajar, sekaligus medium syiar Islam di kalangan murid.
“Harapan kami, semoga Musamma tahun ini dapat berjalan lebih lancar dan lebih meriah daripada tahun sebelumnya, sehingga tujuan utama penyelenggaraan Musamma benar-benar tercapai,” tutur Ust. Faiz, yang juga sekaligus menjadi koordinator kegiatan ini.
Penulis: Moh. Syauqillah
Editor: Fahmi Aqwa












