“Madrasah yang punya afiliasi ke Sidogiri harus berada di jalan yang sama, dalam hal thariqah dan manhaj,” dawuh K.H. Muhibbul Aman Aly, pada sesi Mauidzatul-Hasanah pada acara Halalbihalal staf pengajar Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Ranting, Jumat (02/05).
Bertempat di lapangan PPS, acara ini dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, K.H. A. Fuad Noerhasan, Ketua I PPS, Mas H. Aminulloh Bq, segenap pengurus MMU Induk dan Batartama.
Pada kesempatan tersebut, Gus Muhib menjelaskan keberkahan ilmu hanya akan didapat saat proses belajar tidak dikotori oleh maksiat. “Sidogiri selalu mewanti-wanti urusan campur baur murid dalam satu kelas, itu adalah keharusan yang dilupakan oleh orang banyak,” tegasnya.
Di sisi lain, Rais Syuriah PBNU tersebut juga mengapresiasi keistiqamahan Sidogiri, dalam manhaj yang lurus, sesuai yang diajarkan oleh para pendahulu.
“Sejak dulu hingga saat ini, thariqah Ta’lim wat-Ta’allum yang ditanamkan oleh para Muassis tidak pernah pudar dari Sidogiri. Itulah yang membuat pesantren ini dihujani keberkahan,” pungkasnya.
Kiai yang juga Anggota Lajnah Tashih Sidogiri ini menjelaskan bahwa madrasah ranting pertama kali di Indonesia itu dicetuskan oleh Pondok Pesantren Sidogiri. “Madrasah ranting Sidogiri berdiri pada tahun 1961 M. Saya menduga bahwa pada tahun itu hanya Sidogiri yang mendirikan madrasah ranting,” ungkap pengarang kitab Mawâhibur-Rahman ini.
Penulis: Ariel Laza Wardi
Editor: A. Kholil












