Darul Khidmah Sidogiri (DKS) Bekasi mengadakan ziarah ke makam masyayikh Pondok Pesantren Sidogiri. Didampingi oleh jajaran pengurus DKS Bekasi, rombongan yang berjumlah sekitar 75 orang yang terdiri dari santri mukim dan non-mukim ini, tiba di Sidogiri Pasuruan sekitar pukul 15:00 WIB Sabtu sore (22/8). Mereka berangkat dari Bekasi pada pukul 20:00 WIB Jumat malam (21/8).
Sebelum ke di Sidogiri, rombongan terlebih dahulu berziarah ke makam Sayid Sulaiman bin Abdurrahman Basyaiban, Pendiri Pondok Pesantren Sidogiri, di Mojoagung.

Setelah tiba di PPS, pada pukul 16:00 WIB, rombongan langsung menuju area pesarean Masyayikh Sidogiri guna melaksanakan rangkaian istighasah bersama. Istighasah dengan pembacaan Yasin dan tahlil dipimpin oleh Ustadz Jalaluddin.
“Kegiatan ini diselenggarakan tidak hanya sebagai wujud tabarruk kepada para masyaikh Sidogiri, tetapi juga untuk memberikan gambaran dan pengenalan secara utuh mengenai suasana Pondok Pesantren Sidogiri Pusat kepada para santri DKS Bekasi” tutur Ustadz Jalaluddin, Wakil Kepala DKS Bekasi ketika kami temui di depan kantor Sekretariat.
Selain untuk mendapatkan nilai spiritual, kegiatan ini juga bertujuan untuk memantik keinginan santri agar melanjutkan studi pendidikan ke Pondok Pesantren Sidogiri. “Supaya teman-teman santri DKS Bekasi dapat melihat keseruan aktivitas santri PPS, sehingga tumbuh keinginan untuk melanjutkan mondok ke PPS,” imbuh pria asal Surabaya tersebut.
Surahman, salah satu santri DKS Bekasi mengaku tertarik untuk melanjutkan studinya ke PPS. Kunjungan kedua kalinya ini, memantapkan hatinya untuk mendaftarkan diri sebagai santri PPS resmi. “Rencananya, setelah menyelesaikan pendidikan di DKS, saya mau daftar ke PPS dan masuk Program Khusus (PK) I’dadiah. Teman-teman saya sudah terlebih dahulu menjadi santri resmi di Sidogiri,” tutur santri berusia 17 tahun tersebut.
Usai melaksanakan serangkaian aktivitas di PPS dan rehat sejenak, rencananya rombongan akan melanjutkan perjalanannya ke beberapa makam para wali di Pulau Jawa, antara lain Syaikhona Muhammad Kholil di Bangkalan, Syekh Ibrahim as-Samarqandi di Tuban, Sayid Ali Rahmatullah (Sunan Ampel) di Surabaya, Raden Said (Sunan Kalijaga) di Demak Jawa Tengah, dan Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) di Cirebon Jawa Barat.
Rangkaian kegiatan ini, bukan sebatas traveling atau pengisi waktu libur bagi para santri semata, tetapi juga sebagai upaya untuk memotivasi santri DKS Bekasi mencintai para ulama, meneladani akhlak, dan mengikuti jejak langkahnya. Supaya kelak mereka tumbuh menjadi generasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual agama dengan dibalut keindahan akhlak dan etika.
Penulis: Syahrul Maulana
Editor: Elmaghroby












