Majalah Sidogiri Media menggelar Mind to Mind Berbagi Pemikiran dan Wawasan dengan tema, “Merdeka dari Kebodohan: Indonesia Darurat Membaca”, Kamis malam (20/8). Bertempat di Gedung Sidogiri Excellent Corp (SEC) lantai III, kegiatan tersebut dimulai pukul 21.00 WIS yang dihadiri oleh santri dari berbagai tingkatan madrasah.
Menghadirkan Ust. Alil Wafa sebagai pemateri, seminar tersebut membahas pentingnya membaca sekaligus bagaimana santri menempatkan aktivitas membaca dalam proses menuntut ilmu. Ketua acara, Ariel Laza Wardi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian Sidogiri Media terhadap budaya membaca di kalangan santri.
“Jangankan membaca kitab, membaca tulisan berbahasa Indonesia saja masih banyak yang malas,” ungkapnya.

Dalam penyampaiannya, Ust. Alil Wafa mengingatkan bahwa persoalan membaca tidak hanya terletak pada banyak atau sedikitnya buku yang dibaca. Menurutnya, yang lebih penting adalah sejauh mana bacaan tersebut memberikan dampak bagi pembacanya.
“Banyak baca buku, tetapi tidak berdampak apa-apa. Itu ibaratnya seperti keledai yang membawa tumpukan buku,” demikian Pemimpin Redaksi Sidogiri Media itu mengibaratkan.
Meski demikian, beliau mengingatkan agar gagasan tersebut tidak dijadikan alasan untuk mengurangi aktivitas membaca. Banyak membaca tetap diperlukan, tetapi harus disertai kesungguhan dan tujuan yang jelas agar bacaan tidak sekadar menumpuk sebagai informasi.
Pembahasan kemudian diarahkan pada hadis Nabi tentang amal yang bergantung pada niat. Menurutnya, belajar juga harus memiliki orientasi yang benar agar tidak terjadi disorientasi dalam menuntut ilmu.

Nilai, kelulusan, dan wisuda merupakan wasilah, bukan tujuan akhir. Ust. Alil Wafa mencontohkan kebiasaan belajar hanya menjelang ujian yang membuat hafalan mudah lupa setelahnya karena orientasi belajar ditujukan untuk menjawab soal, bukan memahami ilmu.
Pesan tersebut mendapat perhatian dari para peserta. Sultan Maghroby, santri asal Pasuruan kelas 3 Dakwah A Aliyah, menilai materi yang disampaikan sangat mengena terhadap kebiasaan membaca dan belajarnya selama ini.
“Hadis yang selama ini kita hafal ternyata pemahamannya lebih kompleks, mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk membaca,” ujarnya.
Sepanjang acara, para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan narasumber. Seminar kemudian ditutup dengan foto bersama antara peserta dan narasumber.
Panitia berharap seminar ini tidak hanya memberikan wawasan baru kepada peserta, tetapi juga mendorong mereka untuk meningkatkan minat membaca.
Penulis: Nur Afifuddin
Editor: Elmaghroby












