Sukseskan Kinerja Pengurus Daerah dengan Pelatihan Leadership

share to
Salah regu pelatihan Leadership ketika mengikuti outborn di kantor Sekretariat Lt. III Pondok Pesantren Sidogiri

Salah regu pelatihan Leadership ketika mengikuti outborn di kantor Sekretariat Lt. III Pondok Pesantren Sidogiri

Demi menjalankan amanah sesuai dengan bidangnya sebagai Pengurus Daerah, maka Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri mengadakan pelatihan Leadership kepada Kepala Daerah dan Pengurus Pembantu Daerah (Baurda) di Kantor Sekretariat ruang Auditorium Kamis (06/03).

Menurut penjelasan HA. Saifullah Naji, Sekretaris Umum PPS, pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan penerangan tentang tugas-tugas yang telah diemban oleh pengurus yang berkecimpung di asrama santri.

“Dengan adanya pelatihan ini mudah-mudahan pengurus yang sudah diberi tugas ini menjadi khusnul khatimah dan berjalan baik di akhir jabatannya nanti. Dan semoga ini menjadi modal utama kita di masyarakat kelak untuk kepentingan pesantren,” jelasnya.

Tidak tanggung-tanggung, pengurus mendatangkan tiga pemateri dalam pelatihan Leadership yang diselenggarakan dua gelombang ini. Gelombang pertama diselenggarakan pada tanggal 27 Pebruari dan diikuti oleh Kepala Daerah, wakil Kepala Daerah, Adminda, dan Ketertiban dan Keamanan Daerah (Tibkamda). Sementara gelombang kedua diselenggarakan pada Kamis, tanggal 06 Maret dan diikuti oleh Takilimiah Daerah (Taklimda), Ubudiyah Daerah (Ubda), Perawatan Sarana Daerah (PSD), dan Kesehatan Daerah (Sihhatda).

Sebagaimana yang diutarakan oleh Didik Sunarto, bahwa kepemimpinan yang paling ideal adalah sebagaimana yang telah diajarkan oleh Islam, yaitu setiap dari kita adalah pemimpin. Konsep ini dijadikan oleh seorang peneliti mutakhir sebagai konsep kepemimpinan yang modern.

“Hambatan-hambatan yang sering terjadi dalam kepemimpinan adakalanya perintah itu tidak jelas, anak buah atau orang yang kita pimpin tidak mampu melaksanakan perintah, dan anak buah atau orang yang kita pimpin sedang malas (kemauannya terganggu). Dan faktor yang ketiga ini yang marak terjadi dalam suatu organisasi, karena mereka mengidap penyakit negathive thingking,” kata pria yang berkulit sawo matang ini.

“Pemimpin itu harus bisa melayani, karena ini adalah sarana untuk menjalin hubungan dengan pihak lain. Juga, menjamin keterlibatan berbagai pihak dalam pengambilan keputusan, mempunyai basis etika dan perilaku, meningkatkan pertumbuhan pribadi pekerja bersamaan dengan pertumbuhan kualitas dan kehidupan organisasi,” imbuhnya dengan semangat di hadapan peserta yang berjumlah 37.

Selain menjelaskan materi kepemimpinan, pemateri juga mengadakan outborn kepada peserta di Lt. III kantor Sekretariat pada pagi hari (pukul 08.00 Wis) dan setelah pelaksanaan shalat Jumat. (SEF)

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *