Sidogiri Berduka Mengiringi Kepergian Sosok KH. Muhammad Kholil Rochman bin Abd. ‘Alim

share to
Berjubel: Belasan ribu takziyah alm. Mas Muhammad Kholil Rahman Abd. Alim berjubel memadati jalan utama Pondok Pesantren Sidogiri

Berjubel: Belasan ribu takziyah alm. Mas Muhammad Kholil Rahman Abd. Alim berjubel memadati jalan utama Pondok Pesantren Sidogiri

Kamis dini hari (04/02) ketika para santri Pondok Pesantren Sidogiri sedang menikmati bunga-bunga mimpi indah dalam tidur pulasnya sembari melepaskan kepenatan dan keletihan. Setelah menjalani berbagai kegiatan pesantren sepanjang hari. Saat itu, jarum jam masih menunjukkan pukul 03.00 Wis. Tiba-tiba, deringan bel menggema dan membahana di  seantero pesantren. Merubah kesunyian menjadi kegaduhan dengan lalu lalang santri. Mereka tampak tergopoh-gopoh menuju ke masjid jamik Sidogiri. Seakan ada tragedi duka yang menimpa Keluarga Besar Pondok Pesantren Sidogiri.

Tak lama setelah bel dipencet,  kabar dari lidah ke lidah antar santri bahkan dari alumni ke alumni. Membuat mata yang bersarang di pelupuk mata sirna seketika, air mata pun mengalir seraya lidah malafalkan Innâlillahi wa innâ ilaihi râjiûn. Kabar duka menimpa Pondok Pesantren Sidogiri. Salah satu keluarga besar pondok  pesantren Sidogiri (PPS) berpulang kerahmatullah. Mas HM. Kholil Rochman bin Abd. ‘Alim  (Mas Muhammad) putra alMaghfirullah KH. Abd ‘Alim bin Abd Djalil bin Fadil wafat. Beliau wafat pukul 02.50 Wis di RS Jember Klinik Jember.

Rencananya jenazah beliau akan tiba di Sidogiri pada Kamis paginya. Seakan mengiringi pemulangan jenazah dari Jember  ke Sidogiri, para santri membacakan tahlil secara serentak di masjid jamik Sidogiri sebagai doa dan penghormatan terakhir. Jenazah akan dishalati pada Kamis pukul 03.00 Wis di masjid Jamik Sidogiri dan dimakamkan di Komplek Pemakaman Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri. Sejak pagi hari hingga menjelang prosesi shalat jenazah pengurus Pondok Pesantren Sidogiri bagian Ubudiah menjadwal pembacaan tahlil santri sesuai asrama masing-masing di Masjid Jamik Sidogiri tanpa meliburkan kegiatan pesantren dan sekolah. Kagiatan Pesantren dan Madrasah tetap berjalan sebagaimana hanya saja disela-sela padatnya kegiatan dipenuhi dengan berbagai pembacaan doa dan tahlil sebagai tanda berkabung tanpa meliburkan progam Pondok Pesantren Sidogiri yang sedang melaksanakan ujian IMDA II.

Para pelayat terus menyesaki Pondok Pesantren Sidogiri utamanya dari kalangan alumni dan simpatisan sebagai bentuk penghormatan  terakhir sekaligus saksi  mata kebaikan beliau. Pukul 06.45 WIS Ambulance yang membawa jenazah beliau dari RS. Klinik Jember menyibak kerumunan alumni dan santri di jalan utama Pondok Pesantren Sidogiri. Saat itu, alumni dan simpatisan telah menyesaki bumi Sidogiri. Setibanya di Pondok Pesantren Sidogiri, jenazah beliau langsung dimandikan oleh keluarga besar Pondok Pesantren Sidogiri.

Ba’da salat dzuhur. Bumi Sidogiri telah dibanjiri belasan ribu. Mulai dari alumni, tokoh masyarakat, para kiai, kalangan habaib dan jajaran aparat Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Jatim. Saking banyaknya pelayat, Majlis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri membagi salat jenazah menjadi dua sesi. Sesi pertama pada jam 02.00 Wis sedangkan sesi kedua pada jam 03.00 Wis.

Sebelum proses shalat jenazah, KH. Mas Abdul Adim Kholili Kepang memberikan sambutan perwakilan dari keluarga sidogiri yang berduka. Beliau merupakan sepupu al-Marhum. Dalam sambutannya beliau mengatakan, “Terimakasih kepada para taksiah, semoga hal ini menjadi tambahan amal bagi Almarhum. Beliau meski dalam keadaan sakit masih tetap berusasya dengan bersusah payah mengabdikan dirinya kepada Pondok Pesantren Sidogiri sebagai Bendara Umum, mondar-mandir pulang pergi Jember Pasuruan. Semoga itu semua menjadi tambahan amal bagi al-marhum,” ungkap Mas Abduh dengan bahasa Madura dengan suara terbata-bata disertai sesegukan dan deraian air mata.

Berikutnya, HM. Irsyad Yusuf, Bupati Pasuruan memberikan sambutan atas nama Pemkab Pasuruan. “Beliau masih seumuran dengan saya, saya berumur 46 tahun. Namun beliua telah medahui kita semua. Banyak hal yang menjadi kenangan bersama Mas Muhammad Kholil Rochman. Sering kali kami berkonsutasi kepada beliua dalam berbagai kebijakan dan pertimbangan. Semoga kita sebagai santrinya bisa meneruskan pengabdian beliau dalam perjuangan,” tutur Gus Irsyad, sapaan akranya yang juga didampingi Riang Kulup Prayuda.

Setelah sambutan Bupati Pasuruan, Habib Abu Bakar bin Hasan Assegaf ditunjuk untuk memberikan tausyiah. Dalam Tausyiahnya beliau bersaksi bahwa al-Marhum Mas HM Kholil Rochman Abd ‘Alim adalah orang mulia. “Pada Sore hari ini kita menyaksikan jenazah al-Karim ibnul Karim Ibunul Karim. Beliau adalah orang alim, putra orang alim, cucunya orang alim. Bahkan, kakek-kakeknya semuanya orang alim,” Lalu Habib Abu Bakar membaca petikan ayat yang esensinya. “Beliau adalah keturunan orang mulia. Dengan keimanan yang beliau bawa. Sudah dipastikan bahwa derajat beliau mengikuti derajat orang tuanya,” ungkapnya dengan penuh penghormatan.

Terakhir, Habib Abu Bakar mengatakan, “Semoga sakit yang menimpa beliau menjadi kafarat bagi beliua. Karena beliau menderita sakit ini sudah lebih tiga tahun.” Ungkapnya membuat para pentaksiah mencucurka air mata. Sebelum proses shalat jenazah, KH Muhammad Subadar, Besuk  Pasuruan. ditunjuk sebagai pembaca doa. Mas Aminulloh Bq sebagai imam Shalat Jenazah sesi pertama yang memanjang dari masjid Jamik Sidogiri hingga depan Klinik Sidogiri bagian Timur. Sedangkan Shalat Jenazah sesi kedua, diimami oleh Habib Abu Bakar bin Hasan As-Seggaf yang jemaahnya juga barisan shafnya merapat sampai depan Klinik Sidogiri yang panjang kurang lebih ada sekitar 300 meter.

Seusai salat Jenazah. Beliau dibawa ke tempat peristirahatan terakhir. Beliau dimakamkan di Komplek Pemakaman Pondok Pesantren Sidogiri. Tepat di sebelah timur makam abahnya, KH. Abd. ‘Alim bin Abd Djalil bin Fadil. Bersaman selesai kalimat tauhit yang menjadi dzikr pengiring jenazah beliua tiba-tiba hujanpun turun rintik-rintik dan sedikit demi sedikit agak lebat dan lebat. Seakan langitpun turut menangis menyetai kepergian beliau. Semoga amal kebaikannya diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Penulis : Moch Muhairil Yusuf
Editor   : Muh Kurdi Arifin

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net