Tahun Ini Ijazah MMU Tsanawiyah Berstatus Muadalah

share to
Kabar Gembira: Kepala MMU tingkat Tsanawiyah saat menyampaikan sambutannya.

Kabar Gembira: Kepala MMU tingkat Tsanawiyah saat menyampaikan sambutannya.

Kabar gembira untuk murid MMU Tsanawiyah Pondok Pesantren Sidogiri disampaikan oleh H. Masykur Dahlan, kepala MMU tingkat Tsanawiyah, kemarin Selasa malam (30/08). Dalam sambutannya di acara Pembukaan Kursus Kaderisasi Annajah, Ust. Maykur menyampaikan bahwa mulai tahun ini ijazah MMU Tsanawiyah berstatus muadalah. Jauh sebelumnya MMU tingkat Aliyah sudah berstatus muadalah.

“Mulai tahun ini, InsyaAllah (ijazah) MMU Tsanawiyah berstatus muadalah. Besok (Rabu, red) kami akan berangkat ke Ponorogo, ke Pondok Gontor, untuk menerima SK muadalah dari Menteri Agama,” terangnya lantas diiringi riuh tepuk tangan hadirin. InsyaAllah SK Muadalah akan diterima hari Kamis (01/09) mendatang.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa muadalah adalah diakui oleh pemerintah. Jadi ada beberapa beberapa madrasah yang diakui oleh pemerintah selain yang dinaungi oleh Diknas seperti SMP dan SMA, yakni yang ada di bawah naungan Kemenag, seperti MI, Mts dan MA. Selain itu ada yang bernama PDF (Pendidikan Diniyah Formal) juga diakui pemerintah. Sedangkan yang terakhir adalah Pesantren Muadalah.

“Sistematika muadalah sebenarnya sama dengan PDF. Santrinya minimal 300. Bedanya, muadalah tetap memakai kurikulum lokal dan tidak ada ketentuan umur.” Jelas ustad asal Pasuruan tersebut. “Jadi kalau ada (murid, red) yang berumur dua puluh, atau lima puluh, tetap diterima,” tambahnya, lalu disambut gelak-tawa hadirin.

Kenapa pesantren menempuh jalur ini? Ust. Masykur beralasan bahwa selama ini, keinginan pesantren mengikuti jalur Wajardikdas selalu kandas. Tahun kemarin sengaja tidak mengadakan karena kasihan pada murid yang harus menambah mata pelajaran.

“Kami ingin, pengakuan dari pemerintah itu tanpa mengubah kurikulum madrasah.” Tegasnya.

Meski demikian, Ust. Masykur tetap mengingatkan semua murid, bahwa hal tersebut (ijazah muadalah) bukan tujuan. Hal paling penting menurut beliau adalah ilmu yang didapat murid bisa manfaat dan barakah, terutama akidah mereka bisa kuat.

“Oleh karena itu kursus Annajah ini diprogram, sehingga teman-teman bisa menjadi kader handal. Alangkah senangnya masyayikh jika semua yang hadir ini menjadi kader yang handal. Jadi jangan hanya sekadar ikut.” Harapnya.[]

===

Penulis : N. Shalihin Damiri
Editor   : Muh. Kurdi Arifin

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *