Jangan Baca Basmalah Saat Mengerjakan Hal Ini!

share to

Oleh: Muhammad ibnu Romli*

Hadis yang sering kita jumpai, di syarah Basmalah dalam kebanyakan kitab, menganjurkan kita untuk senantiasa mendahului pekerjaan dengan bacaan Basmalah. Namun, ada banyak pekerjaan yang seharusnya kita lakukan tanpa membaca basmalah terlebih dahulu. Hal tersebut terangkum di bawah ini:

Pertama, perkara remeh. Semisal, memasang sandal. Hal itu termasuk perkara yang tidak begitu penting, sehingga tidak disunahkan membaca Basmalah.

Kedua, pekerjaan yang dilarang oleh syariat. Bila kita -nauzubillah- mengerjakan perkara haram atau makruh, sangat tidak sopan jika malah membaca basmalah. Terbukti, ulama menegaskan bahwa basmalah yang kita baca tidak akan bernilai pahala. Berhukum haram, bila pekerjaannya haram. Berhukum makruh, bila pekerjaannya makruh.

Namun, hal itu berlaku atas pekerjaan yang memang haram atau makruh dari asalnya (dzat pekerjaannya). Kalau pekerjaannya itu tidak haram/makruh, namun ada hal lain yang menyebabkannya haram/makruh (‘aridy), maka tetap disunahkan membaca Basmalah.

Ketiga, bacaan yang khusus untuk zikir. Berbeda dengan membaca al-Quran, lantaran di dalam al-Quran terkandung zikir dan mauizah. Yang saya bahas di sini, bacaan yang murni zikir. Semisal, membaca kalimat tauhid, “lailaha illal-Lah”. Membaca kalimat tersebut, tidak diperlukan membaca Basmalah.

Keempat, sesuatu yang sudah ditetapkan pembukanya. Semisal, salat. Dalam salat, syariat sudah memberikan pembuka tersendiri, yaitu takbir. Terlihat jelas, saat melihat definisi salat secara syariah, yaitu pekerjaan yang diawali takbir, dan diakhiri salam. Dari situ, tidak disunnahkan membaca Basmalah sebelum salat.

*) Penulis adalah Pemimpin Redaksi sidogiri.net 1440-1441 H.

 

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net